Warga Bandung Bagi Daging Kurban Pakai Besek Gantikan Plastik

CNN Indonesia | Jumat, 31/07/2020 13:48 WIB
Mengikuti imbauan untuk mengurangi penggunaan plastik, sejumlah warga di Bandung memakai besek untuk membagikan daging kurban saat Iduladha, Jumat (31/7). Mengikuti imbauan untuk mengurangi penggunaan plastik, sejumlah warga di Bandung memakai besek untuk membagikan daging kurban saat Iduladha, Jumat (31/7). (CNN Indonesia/Huyogo)
Bandung, CNN Indonesia --

Demi mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik, sejumlah warga di Bandung, Jawa Barat, memakai besek untuk membagikan daging kurban saat Iduladha pada Jumat (31/7).

Pemandangan tersebut terlihat di Masjid Al-Lathiif di Jalan Saninten, Bandung. Berdasarkan pengamatan CNNIndonesia.com, panitia terlihat mulai memotong daging hewan kurban sejak pukul 08.00 WIB.

Mereka kemudian memasukkan potongan-potongan daging kurban ke dalam wadah anyaman bambu dan membagikannya setelah salat Jumat.


"Betul. Kami gunakan besek untuk pembagian daging kurbannya. Kita siapkan 1.500 besek," kata ketua pelaksana kurban DKM Masjid Al-Lathiif, Kustaman.

Penggunaan besek sebagai wadah daging dilakukan oleh sejumlah panitia pelaksana kurban di Kota Bandung, Jumat (31/7). Seperti yang dilaksanakan di Masjid Al-Lathiif Jalan Saninten, Kecamatan Bandung Wetan. Panitia setempat menggunakan anyaman bambu tersebut saat membagikan daging kurban.Besek yang digunakan untuk membagikan daging kurban. (CNN Indonesia/Huyogo)

Kustaman mengatakan bahwa mereka mendapatkan besek tersebut dari hasil kolaborasi antara salah satu produsen peralatan dapur berbahan bambu dan komunitas lainnya. Mereka menghimpun dana untuk membeli besek ke sejumlah panitia kurban.

Menurut Kustaman, penggunaan besek dalam pembagian daging kurban sejalan dengan imbauan pemerintah untuk meminimalisir penggunaan kresek plastik ketika membagikan daging.

"Harga satu pasang besek memang cukup mahal, Rp3.500. Itu dibagikan untuk satu kilogram. Oleh karena itu, DKM bekerja sama dengan komunitas sehingga sangat terbantu biayanya," ujar dia.

Di masjid itu sendiri, ada 11 ekor sapi dan 32 domba yang dipotong. Menurut Kustaman, kurban itu akan dibagikan ke warga di empat RW dan para mustahik.

"Untukpembagiannya, panitia langsung mengantar ke rumah-rumah. Untuk paramustahik juga sudah kita minta tetap di rumah karena untuk menghindari terjadinya kerumunan," ucapKustaman.

Secara keseluruhan, perayaan Iduladha di Kota Bandung sendiri dianggap berjalan lancar, termasuk ketika salat Iduladha pada Jumat pagi.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial, pun mengapresiasi DKM Masjid Raya Bandung karena dapat menyelenggarakan sala Id dengan tertib di tengah pandemi Covid-19.

"Saya menilai pelaksanaan salat Id tadi di sini tertib dan bagus. Jaga jarak dan menggunakan masker. Pada prinsipnya, jemaah sangat memperhatikan protokol kesehatan," kata Oded usai melaksanakan salat Iduladha di Masjid Raya Bandung.

Selain itu, Oded juga mengapresiasi warga yang menjalankan salat Id dengan tertib, sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

"Saya bersyukur, terima kasih kepada warga yang selalu memperhatikan protokol kesehatan," ucapnya.

(hyg/has)

[Gambas:Video CNN]