DIY Didorong Sediakan Shelter, Jabar Diminta Evaluasi RS Azra

sut/Antara, CNN Indonesia | Minggu, 02/08/2020 05:08 WIB
Pemprov DIY didorong menyediakan penampungan bagi OTG demi melokalisasi kasus Covid-19, Pemprov Jabar didorong untuk mengevaluasi RS yang jadi klaster. Ilustrasi RS darurat. (Foto: AFP/BRYAN R. SMITH)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

DPRD DI Yogyakarta mendesak pengaktifan tempat penampungan atau shelter seiring lonjakan kasus baru Covid-19 dalam dua hari terakhir. Sementara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta mengevaluasi rumah sakit rujukan seiring peningkatan kasus Corona di fasilitas itu.

Dalam dua hari terakhir, kasus terkonfirmasi positif di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mengalami penambahan yang signifikan. Pada Sabtu (1/8), kasus positif Covid-19 di DIY bertambah 67 kasus baru. Sehari sebelumnya, ada penambahan 64 kasus baru.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengaku khawatir rumah sakit rujukan Covid-19 akan kelebihan kapasitasnya. Ia pun meminta pemda segera mengaktifkan tempat penampungan atau shelter.


"Kemungkinan tren peningkatan jumlah kasus positif ini masih akan terjadi terus. Hal ini karena Pemda sangat massif melakukan tes massal dan karena transmisi lokal sudah terjadi massif juga," kata dia, dalam penyataan tertulisnya, Sabtu (1/8).

Menurutnya, kapasitas RS yang disiapkan mencapai 320 bed. Kini, yang kosong tinggal 100 bed. Selain itu, kebanyakan kasus Corona di DIY merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Namun demikian, ia menyarankan pasien jenis ini tetap dirawat di penampungan tertentu untuk meminimalisasi potensi penularan Covid-19 di lingkungannya saat isolasi mandiri.

"Perawatan di shelter ini harus diawasi khusus dan disiapkan segala sesuatunya agar jika ada yang keluhan gejala langsung bisa dirawat di rumah sakit. Peningkatan daya tahan tubuh harus diperhatikan khusus," pintanya.

Infografis Istilah-istilah Corona Baru dari Menteri TerawanFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Sebelumnya, Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menyebutkan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, positif Covid-19 di DIY pada 1 Agustus bertambah 67 kasus baru.

"Sehingga total kasus positif di DIY kini menjadi 741 kasus," kata Berty, Jumat (1/8).

Berdasarkan dari domisilinya, ungkap Berty, kasus terbanyak di Sleman (40), kemudian Bantul (19), Kota Yogyakarta (3), dan Kulon Progo (2).

Terpisah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Bogor mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengevaluasi status Rumah Sakit Azra Kota Bogor sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 mengingat ada penambahan kasus baru di lokasi itu.

"Kami sudah minta kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk bersama-sama melakukan pengecekan di lapangan dan menilai apakah RS Azra masih layak menjadi rumah sakit rujukan Covid-19," kata Ketua GTPP Kota Bogor Dedie A Rachim melalui telepon selulernya, di Kota Bogor, Sabtu.

Menurut dia, terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Rumah Azra Kota Bogor dengan temuan 10 orang terkonfirmasi positif, Jumat (31/7). Mereka terdiri dari enam orang warga Kota Bogor serta empat orang warga Kabupaten Bogor.

"Mereka adalah pegawai di bagian depan rumah sakit, seperti satpam, penerima tamu dan petugas parkir," katanya.

"Adanya penemuan kasus positif baru ini, menunjukkan kasus positif dari klaster pelayanan kesehatan bertambah lagi," kata Dedie, yang u=juga menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Bogor ini.

Petugas medis penanganan COVID-19 mengenakan baju Alat Pelindung Diri (APD) ketika berada di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan khusus pasien COVID-19 Martha Friska di Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/4/2020). Pemerintah provinsi Sumut memperpanjang sekaligus menaikkan status menjadi Tanggap Darurat hingga 21 Mei 2020 untuk mempercepat penanganan dengan mempersiapkan sejumlah rumah sakit rujukan khusus menangani COVID-19 di wilayah Sumut. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww.Ilustrasi fasilitas kesehatan. RS rujukan di Bogor mengalami peningkatan kasus Covid-19. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww.)

Rumah Sakit Azra adalah salah satu dari delapan rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 445/Kep.224-Dinkes/2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 445/Kep.186-Dinkes/2020 mengenai Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu.

Ketika ditanya soal kemungkinan penutupan sementara RS Azra, Dedie mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebab, RS tersebut ditetapkan sebagai rujukan berdasarkan keputusan Pemprov Jabar.

"Kami minta Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah tindak lanjut setelah ditemukannya 10 kasus positif Covid-19," katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Bogor juga menemukan adanya lonjakan kasus positif COVID-19 yakni 16 kasus positif dalam sehari pada Rabu, 10 Juni 2020.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, di Kota Bogor, Rabu (10/6), mengatakan, lonjakan kasus positif Covid-19 tersebut sebagian besar sumbernya pada rumah sakit tempat perawatan pasien COVID-19.

(arh)

[Gambas:Video CNN]