Pekerja Hiburan Malam Surabaya Demo Perwali Risma

CNN Indonesia | Senin, 03/08/2020 17:50 WIB
Ratusan pekerja hiburan malam berunjuk rasa mendesak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka kembali tempat karaoke dan diskotek di masa pandemi. Ratusan pekerja hiburan malam berunjuk rasa mendesak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka kembali tempat karaoke dan diskotek di masa pandemi. (Foto: CNNIndonesia/Miftah Farid Rahman)
Surabaya, CNN Indonesia --

Ratusan pekerja tempat rekreasi hiburan umum (RHU) atau hiburan malam berunjuk rasa di Balai Kota Surabaya, Senin (3/8), mendesak Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membuka kembali tempat karaoke, diskotek di masa pandemi corona (Covid-19).

Mereka meminta Risma mencabut Peraturan Wali Kota Surabaya 33 tahun 2020 karena peraturan tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Surabaya, itu telah memberatkan kehidupan mereka.

Ketua Badan Pekerja dan Buruh Pemuda Pancasila Nurdin Longgari mengatakan sebelum ada perwali tersebut, pihaknya mengaku telah berbulan-bulan tak bekerja karena corona. Kini, Perwali tersebut pun menambah buruk keadaan mereka.


"Sudah hampir 5 bulan ini kami tidak bekerja. Banyak rekan-rekan kami yang harus dirumahkan," kata Nurdin, di sela aksi, Senin (3/8).

Ia lantas menyinggung soal fenomena ramainya pesepeda di Surabaya saat malam hari. Menurutnya hal itu merupakan bentuk ketidakadilan Pemerintah Kota Surabaya.

"Pesepeda bergerombol kenapa dibolehkan? Kami sering melihat ada banyak itu. Kalau mereka boleh, kenapa kami atau RHU atau hiburan malam ini tidak boleh buka?" ujarnya.

Perwakilan massa kemudian ditemui oleh Kepala BPB-Linmas Surabaya Irvan Widyanto. Dihadapan mereka Irvan mengaku belum bisa memberi kepastian kapan tempat hiburan malam diizinkan kembali beroperasi. Mengingat kasus Covid-19 di Surabaya yang masih tinggi.

"Kami mohon jika apa yang kami katakan tidak memuaskan. Tapi untuk membuka tempat hiburan malam, tidak bisa serta merta dilakukan. Apalagi jika meminta langsung malam nanti dibuka," kata Irvan.

Meski begitu, tuntutan para pekerja hiburan malam ini, kata dia, akan tetap ditampung dan disampaikan ke Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Tapi, saya di sini bersama Kasatpol PP dan Kepala Dinas Pariwisata Surabaya memastikan jika tuntutan dari teman-teman akan langsung kita sampaikan ke Ibu Wali Kota," kata Irvan.

Merasa tak puas dengan dialog, ratusan massa pekerja hiburan pun menolak membubarkan diri. Mereka justru mengubah Jalan Sedap Malam di area Balai Kota Surabaya menjadi tempat dugem atau clubbing.

Terlihat tiga orang wanita perwakilan massa aksi mendadak naik di atas mobil komando. Ketiganya langsung berjoget diiringi musik yang diputar kencang. 

(frd/gil)

[Gambas:Video CNN]