Peneliti: Mayoritas Kandidat Politik Dinasti Menang Pilkada

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 16:22 WIB
Peneliti politik dinasti Yoes Kenawas menyebut 117 dari 202 individu terkait dinasti politik di Indonesia berhasil memenangkan Pilkada sejak 2015. Ilustrasi pemilihan umum. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti politik dinasti jebolan Northwestern University, Amerika Serikat, Yoes Kenawas menyebut lebih dari separuh kandidat terkait dinasti politik di Indonesia memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) sejak 2015.

Yoes mencatat ada 202 individu terkait dinasti politik yang ikut dalam tiga pilkada terakhir Indonesia. Mereka memiliki kedekatan dengan politisi atau petahana yang pernah atau sedang memangku jabatan publik.

"Dinasti politik hasil pilkada 2015 sampai 2018, ada 202 individu atau total upaya membentuk dinasti politik. Di mana 117 menang, sedangkan 85 lainnya kalah," kata Yoes dalam diskusi virtual 'Pilkada, Antara Dinasti dengan Kotak Kosong' yang digelar Perludem, Selasa (4/8).


Catatan Yoes, 202 individu terkait dinasti politik yang ikut dalam tiga pilkada terakhir Indonesia, terbagi menjadi 146 calon kepala daerah dan 56 calon wakil kepala daerah. Dari jumlah itu sebanyak 82 calon kepala daerah dan 35 calon wakil kepala daerah terkait dinasti politik berhasil memenangkan pilkada.

Dia juga mencatat saat ini ada 108 dari 548 wilayah administrasi di Indonesia yang dipimpin oleh kepala daerah dan wakil kepala daerah terkait dinasti politik. Jumlah itu setara dengan 19,7 persen dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

Meski kandidat dinasti politik cukup banyak, Yoes menyebut mereka belum bisa berkuasa sepenuhnya. Dia bilang masih ada harapan berupa perlawanan masyarakat terhadap upaya mendirikan dinasti politik.

"Dinasti politik masih sulit memonopoli kekuasaan secara total. Masih ada sumber-sumber oposisi di masyarakat, baik digerakkan elite ataupun organik dari masyarakat, masih bisa dimanfaatkan dan digali lagi saat Pilkada 2020," tuturnya.

Politik dinasti kembali menjadi sorotan publik jelang Pilkada Serentak 2020. Hal itu terjadi berkaitan dengan pencalonan sejumlah nama yang berkaitan dengan pejabat publik saat ini.

Beberapa nama yang disorot adalah anak Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka di Solo, mantu Presiden Jokowi Bobby Nasution di Medan, serta keponakan Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati dan anak Wapres Ma'ruf Amin Siti Nur Azizah di Tangerang Selatan.

(dhf/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK