Zulhas soal Dinasti Politik: di Mana Salahnya?

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 19:39 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifi Hasan berpendapat di alam demokrasi siapapun bisa maju dalam pilkada, karena itu hak sebagai warga negara. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) tidak mempersoalkan anggapan di publik terkait dinasti politik dalam pencalonan kepala daerah pada Pilkada serentak Desember mendatang.

Menurut dia, karir seseorang, biasanya sejalan dengan karir anggota keluarganya. Pernyataan Zulhas itu, terkait pada pencalonan putra pertama Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka di Pilwalkot Solo, dan menantu Jokowi, Bobby Nasution di Pilwalkot Medan.

"Kalau politisi biasanya itu keluarga kerabatnya, kariernya politisi juga, kalau tentara biasanya keluarganya tentara juga, kalau keluarga dokter, biasanya keluarganya dokter lagi gitu, kalau ada pengusaha pengusaha lagi. Nah terus di mana salahnya," kata dia di DPP PAN Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).


PAN merupakan salah satu partai yang mendukung Gibran dan Bobby di dua gelaran pilkada tersebut.

Menurut dia, di dalam demokrasi, siapa saja bisa maju dalam pilkada, karena itu hak sebagai warga negara.


"Dalam demokrasi boleh aja, tapi kan hak setiap negara, anda boleh maju juga dalam pilkada kan boleh," ujar dia.

Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebelumnya resmi mengusung Gibran Rakabuming Raka, putra pertama Presiden Joko Widodo, untuk maju sebagai calon wali kota Solo pada Pilkada 2020.

Gibran dipasangkan dengan Teguh Prakosa pada Pilwalkot Solo 2020. Sementara Bobby Nasution telah menyatakan diri maju dalam Pilkada Serentak 2020 sebagai calon wali kota Medan. Dia juga sudah sowan ke sejumlah petinggi partai.

Bobby telah mendapat dukungan dari Golkar dan Nasdem. Meski demikian, PDIP belum mengumumkan dukungan meski Bobby sudah menjadi kader sejak Maret 2020.

(yoa/ugo)

[Gambas:Video CNN]