Wakil Ketua KPK Ungkap Kronologi Ribut dengan Anak Amien Rais

CNN Indonesia | Sabtu, 15/08/2020 08:25 WIB
Wakil ketua KPK Nawawi Pomolango membeberkan kronologi keributan yang melibatkan dirinya dan putra Amien Rais, Mumtaz Rais saat berada di dalam pesawat. Anak Amien Rais, Mumtaz Rais terlibat ribut dengan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolongo saat berada di dalam pesawat. (Foto: Detikcom/Usman Hadi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango membeberkan kronologi keributan yang melibatkan dirinya dan putra Amien Rais, Mumtaz Rais, dalam penerbangan GA 643 Rute Gorontalo-Makassar-Jakarta, pada Rabu (13/8) lalu.

Nawawi sekaligus menepis pernyataan beberapa pihak yang menyatakan bahwa urusan 'ribut' ini telah selesai di atas pesawat. Ia menegaskan bahwa ia tetap melanjutkan pelaporan kasus ini kepada pihak berwajib.

"Apa yang telah saya sampaikan ke pihak Polres Bandara Soetta, menjadi kompetensi Pak Kapolres dan jajarannya untuk menindaklanjutinya," kata Nawawi dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (15/8).


Ia mengatakan awal insiden ribut yang melibatkannya itu terjadi saat ia menegur Mumtaz yang menggunakan ponsel ketika pesawat sedang mengisi bahan bakar ketika transit di Makassar. Padahal, Mumtaz sebelumnya sudah diperingatkan oleh awak kabin. Namun menurut Nawawi, Mumtaz masih terus berkomunikasi via ponselnya.

Nawai yang duduk di kursi nomor 6A sebaris dengan Mumtaz yang berada di kursi nomor 6K, turut merasa terganggu secara pribadi.

"Cara ybs [Mumtaz] berkomunikasi dengan suara yang keras telah sangat mengganggu hak kenyamanan yang seharusnya saya peroleh sebagai sesama penumpang," jelas Nawawi.

Nawawi melanjutkan,tegurannya kepada Mumtaz tak lain dalam kapasitas dirinya sebagai salah satu penumpang yang menyadari ada aturan penerbangan yang dilanggar.

Namun, menurutnya itikad baiknya tersebut justru mendapat respons negatif dari Mumtaz, dengan menyebut dirinya pahlawan kesiangan. Nawawi juga menegaskan tidak ada pernyataan maaf dari kedua belah pihak saat diatas pesawat.

"Tidak pernah ada acara 'maaf-memaafkan' antara ybs [Mumtaz] dengan saya, bahkan ybs meski telah ditenangkan awak kabin dan rekannya, masih terus mengucapkan kata, 'pahlawan kesiangan'," terangnya.

"Dan saya hanya menyampaikan, saya akan meneruskan urusannya ke pihak berwenang di Bandara. Jadi ybs [Mumtaz] sangat mengetahui kalau saya akan menyampaikan laporan tersebut," imbuhnya.

Nawawi juga mengungkapkan, usai insiden itu, salah satu rekan Mumtaz telah berusaha meminta maaf kepadanya, sementara Mumtaz memilih berlalu dan enggan menegur sapa. 

Kemudian, menurut keterangan Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, saat itu Nawawi sedang dalam tugas koordinasi pemberantasan korupsi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di wilayah Provinsi Gorontalo.

Kegiatan itu dilaksanakan pada 9-12 Agustus 2020. Ia kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Dalam perjalanannya pesawat transit di Makassar untuk mengisi bahan bakar. Tak lama kemudian, keributan mulai terjadi.

Pihak maskapai Garuda Indonesia pun turut mengkonfirmasi aksi 'ribut' antara Nawawi dan Mumtaz. Mereka pun tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak-pihak yang kedapatan dengan sengaja melanggar aturan keselamatan penerbangan.

"Garuda Indonesia juga akan menghormati proses hukum yang berjalan termasuk secara kooperatif akan memberikan informasi lebih lanjut bilamana dibutuhkan," kata Direktur Utama Maskapai Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

Menyikapi kejadian tersebut, Irfan memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap awak kabin yang mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan khususnya ketika berupaya menerapkan aturan keselamatan penerbangan terhadap penumpang.

(khr)

[Gambas:Video CNN]