Kronologi Ribut Mumtaz Rais dan Nawawi Pomolango Versi KPK

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 20:31 WIB
Mumtaz Rais bertanya ke Nawawi Pomolango usai ditegur main ponsel di pesawat, Mumtaz Rais bertanya ke Nawawi Pomolango usai ditegur main ponsel di pesawat, "Kamu siapa?". (Foto: Detikcom/Usman Hadi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan kronologi keributan yang melibatkan pimpinannya Nawawi Pomolango dengan putra Amien Rais, Mumtaz Rais, dalam penerbangan GA 643 Rute Gorontalo-Makassar-Jakarta.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengatakan saat itu Nawawi memberi pesan kepada Mumtaz yang bermain gawai atau telepon seluler ketika pesawat sedang mengisi bahan bakar saat transit di Makassar. Mumtaz sebelumnya sudah diperingatkan oleh petugas pesawat.

Ali menerangkan teguran Nawawi kepada Mumtaz dalam kapasitas dirinya sebagai salah satu penumpang yang menyadari ada aturan penerbangan yang dilanggar. Namun, kata dia, iktikad baik tersebut justru mendapat respons negatif.


"Bahkan yang bersangkutan sempat mengatakan: 'Kamu, Siapa?' dan mengatakan pada Pak Nawawi saat itu, bahwa ia sedang bersama dengan salah satu Wakil Ketua Komisi dari DPR RI," ujar Ali kepada awak media dalam pesan tertulis, Jum'at (14/8) malam.

Juru bicara berlatar belakang jaksa ini berujar bahwa Nawawi tidak mengenal Mumtaz saat di penerbangan. Menurut Ali, teguran Nawawi semata-mata agar yang bersangkutan mematuhi aturan penerbangan dengan mematikan gawai.

"Nawawi juga tidak pernah berharap ia didengar karena ia adalah pimpinan KPK, namun harapannya siapa pun penumpang yang mengingatkan penumpang lain seharusnya tidak direspons secara negatif. Karena hal itu adalah untuk kepentingan bersama," ucap Ali.

Wakil Ketua KPK Nawawi PomolangoWakil Ketua KPK Nawawi Pomolango. Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

Ali menerangkan bahwa Nawawi sedang dalam tugas koordinasi pemberantasan korupsi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di wilayah Provinsi Gorontalo. Kegiatan itu dilaksanakan pada 9-12 Agustus 2020. Ia kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Dalam perjalanannya pesawat transit di Makassar untuk mengisi bahan bakar. Tak lama kemudian, keributan mulai terjadi.

Ia menambahkan tensi mereda ketika pihak yang disebut Mumtaz menyadari bahwa Nawawi merupakan pimpinan KPK.

"Setelah akhirnya diketahui bahwa Nawawi adalah Pimpinan KPK, ada upaya dari penumpang lain yang tadi disebut salah satunya dari unsur pimpinan Komisi III DPR untuk meredakan persoalan. Namun tentu saja kita memahami persoalannya bukan pada aspek pribadi Nawawi, tetapi bagaimana kita memahami dan mematuhi aturan penerbangan yang berlaku dan bersedia diingatkan jika keliru," terang Ali.

Kemudian, kata Ali, Nawawi mengatakan bakal menginformasikan kejadian tersebut kepada Kapospol Terminal 3F ketika sampai di bandara. Lebih lanjut, Ali bilang pihak Polres Bandara Soekarno Hatta juga sudah menemui Nawawi di kantor KPK.

"Dan sudah disampaikan pada prinsipnya bahwa penyelesaian kejadian tersebut diserahkan sepenuhnya kepada petugas yang berwajib," tandasnya.

(ryn/gil)

[Gambas:Video CNN]