KPK Usut Aliran Uang ke Perusahaan Anak Pejabat Kota Banjar

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 20:54 WIB
KPK masih mengumpulkan alat bukti dengan memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penggeledahan di beberapa tempat di Kota Banjar, Jawa Barat. KPK mendalami dugaan aliran uang ke perusahaan anak pejabat Kota Banjar terkait dugaan korupsi infrastruktur. Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan aliran uang mencurigakan ke sebuah perusahaan swasta milik anak pejabat Kota Banjar, Jawa Barat. Uang tersebut diduga terkait pekerjaan infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjar.

Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan dugaan aliran uang mencurigakan tersebut dikonfirmasi kepada salah satu saksi dari pihak swasta, Fani Indrayani hari ini.

"Penyidik menggali pengetahuan saksi terkait adanya dugaan transaksi keuangan perusahaan dari pihak-pihak yang diduga ada hubungannya dengan anak salah satu pejabat daerah Kota Banjar," kata Ali kepada wartawan dalam pesan tertulis, Selasa (4/8).


Ali masih enggan mengungkapkan perusahaan yang diduga menerima aliran uang tersebut. Ia juga tak menyebutkan anak pejabat daerah Kota Banjar tersebut.

Selain memeriksa Fani, kata Ali, penyidik KPK juga mengagendakan pemeriksaan Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Banjar, Harun Alrasyid. Namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan dan meminta penjadwalan ulang.

"Harun Alrasyid penjadwalan ulang dan diagendakan di hari Kamis (6 Agustus 2020)," ujarnya.

Ali mengatakan penyidik KPK masih mengumpulkan alat bukti dengan memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penggeledahan di beberapa tempat di Kota Banjar. Lokasi yang telah digeledah yakni Pendopo Wali Kota Banjar dan Dinas PUPR Kota Banjar.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Sebelumnya, KPK tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada dinas PUPR Kota Banjar Tahun 2012-2017. Hanya saja, sampai saat ini lembaga antirasuah itu belum mengumumkan para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka

(ryn/fra)

[Gambas:Video CNN]