Plt Walkot Medan Positif Corona, Balai Kota Tidak Ditutup

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 02:33 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Medan Edwin Effendi menilai penutupan Balai Kota Medan belum perlu dilakukan karena mobilitas Akhyar Nasution selama ini tinggi. Kepala Dinas Kesehatan Medan Edwin Effendi menilai penutupan Balai Kota Medan belum perlu dilakukan karena mobilitas Akhyar Nasution selama ini tinggi. Ilustrasi. (iStockphoto/Naeblys).
Medan, CNN Indonesia --

Kantor Balai Kota Medan, Sumatera Utara tidak akan dilakukan penutupan meski Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Mengacu pada Peraturan Wali Kota Medan, setiap instansi yang ditemukan kasus konfirmasi harus ditutup. Namun, menurut Kepala Dinas Kesehatan Medan Edwin Effendi penutupan Balai Kota Medan belum perlu dilakukan.

"Itu tidak langsung dilakukan penutupan, itu dilihat lokasi dan kontak erat di tempat kegiatan yang terkonfirmasi positif tadi. Kalau Pak Wali kegiatannya mobile dia, jadi tidak perlu dilakukan penutupan," ujar Edwin, Rabu (5/8).


Menurut Edwin ruangan kerja Akhyar yang berada di lantai 2 hanya dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

"Pak Akhyar itu kan mobilitas tinggi. Tapi ruangan Pak Wali kami sterilisasi. Saya ingatkan saat ini kondisi peningkatan kasus makin tajam dan meluas itu penularan sangat beresiko," sebutnya.

Edwin menambahkan petugas medis akan melakukan contact tracing terhadap orang-orang yang selama ini melakukan kontak erat dengan waktu yang cukup lama dengan Akhyar.

"Kami tracing terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pak wali, mereka akan langsung kami swab, terutama bagian humas, protokol, staff," terangnya.

Meski Akhyar positif terinfeksi, istri dan anak dari Akhyar dinyatakan negatif corona berdasarkan hasil swab. Akhyar sendiri saat ini masih diisolasi di RS Royal Prima Medan. 

Sementara itu, sejumlah pejabat Pemkot Medan yang telah terkonfirmasi positif covid-19 di antaranya Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan M Husni dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Hannalore Simanjuntak.

"Sampai hari ini jumlah positif kepala dinas ada dua orang, staf juga ada yang positif yang kepala bidangnya. Selain itu, ada yang sudah selesai isolasi selama 14 hari, tapi masih dalam pengawasan. Ada pula yang masih dalam perawatan. Pun ada yang sudah beraktivitas kembali," paparnya.

Sementara itu Kabag Humas Setdako Medan Arrahman Pane mengatakan aktivitas kerja di Kantor Wali Kota Medan tetap berlangsung normal. Masing-masing aparatur sipil negara (ASN) menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya.

"Setelah ada konfirmasi bahwa pak Plt Wali Kota (Akhyar) positif covid-19, semua ruangan kita semprot disinfentan setelah seluruh pegawai pulang," pungkasnya.

(fnr/sfr)

[Gambas:Video CNN]