1 Staf Positif Corona, BPJS Kesehatan Palembang Tutup 3 Hari

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 20:49 WIB
BPJS Palembang menutup sementara operasionalnya selama tiga hari dan mengalihkannya ke layanan online setelah satu karyawannya positif Covid-19. Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Foto: Safir Makki)
Palembang, CNN Indonesia --

Salah satu karyawan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan Palembang, Sumatera Selatan, terkonfirmasi positif Virus Corona. Sterilisasi dan penutupan operasional selama tiga hari pun dilakukan.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel Yusri mengatakan pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada salah satu karyawan BPJS Palembang yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (3/8). Setelah mendapatkan kabar tersebut, pihak BPJS langsung melakukan penyemprotan desinfektan dan menutup sementara operasionalnya.

"Penyemprotan desinfektan dilakukan usai mendapat rekomendasi dari puskesmas setempat. Lalu untuk kontak terdekat dari karyawan tersebut sudah kita minta untuk isolasi mandiri selagi rapid test dan swab," ujar Yusri, dalam keterangannya, Rabu (5/8).


Hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan informasi soal penambahan kasus konfirmasi positif di BPJS Kesehatan Palembang. Apabila tidak ada karyawan lain yang terkonfirmasi positif, ada kemungkinan kasus tersebut tertular di luar lingkungan kantor BPJS Palembang.

Asisten Deputi Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Palembang Didin Budi Cahyo membenarkan kabar salah satu karyawannya positif Covid-19. Penutupan operasional layanan dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan virus.

"Kita tutup pelayanan sementara karena lagi kita lakukan sterilisasi selama tiga hari sejak tanggal 4-6 Agustus," kata Didin.

Didin mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan terhadap karyawan lain yang kontak langsung dengan yang terkonfirmasi positif tersebut. Dirinya berharap seluruh karyawan dengan kontak terdekat bisa menjalani tes swab.

"Sementara layanan kita alihkan dulu lewat t, seluruhnya melalui aplikasi mobile JKN. Itu agar masyarakat masih bisa mengakses pelayanan BPJS," kata dia.

(idz/arh)

[Gambas:Video CNN]