Mahfud Ungkap Insentif Tim Medis Masih Ada yang Belum Cair

CNN Indonesia | Sabtu, 08/08/2020 21:08 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan administrasi jadi penyebab insentif belum cair, karena bisa diusut oleh BPK jika ada kesalahan. Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan insentif untuk tenaga medis masih ada yang belum cair karena terkendala administrasi (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD mengungkapkan bahwa kendala administrasi jadi penyebab insentif tenaga medis yang merawat pasien virus corona (Covid-19) Rumah Sakit Darurat Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau belum juga cair.

"Itu belum semua juga [yang cair] karena ternyata perlu administrasi. Jadi gini, harus dicatat dokternya dimana, mulai menangani pasien kapan, pasiennya siapa," ungkapnya melalui konferensi video, Sabtu (8/8).

Insentif ini seharusnya cair pada 5 Juni lalu. Setiap tenaga medis yang menangani kasus Covid-19 diberikan insentif per bulan sesuai profesi dan kompetensinya.


Rinciannya, dokter spesialis mendapat Rp15 juta per bulan, dokter umum mendapat Rp10 juta per bulan dan tenaga medis mendapat Rp7,5 juta per bulan.

Namun sebelum insentif diberikan, Mahfud mengatakan rumah sakit perlu mendata lengkap tenaga medisnya. Jika hal ini tidak dilakukan dengan tepat, katanya, bisa jadi permasalahan ketika diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Maka pada rapat Minggu lalu dicari jalan keluar. Gini saja, dokter dipercepat penyaluran uangnya, disalurkan langsung ke rekening masing-masing," lanjutnya.

Selain insentif, ia mengatakan tenaga medis yang meninggal dunia juga mendapat santunan sebesar Rp300 juta. Santunan ini diberikan langsung ke keluarga tenaga medis. Jumlahnya juga tidak membedakan kompetensi maupun profesi tenaga medis.

Mahfud mengatakan Kementerian Kesehatan juga tengah membahas perkara insentif untuk mahasiswa kesehatan yang melakukan kegiatan magang di rumah sakit yang menangani corona.

"Itu masih dalam proses pembicaraan karena kami masih membicarakan mahasiswa internship akan dikerahkan dan sebagainya. Sekarang sedang dibahas Kementerian Kesehatan bersama Komite atau Gugas," tambahnya.

Mengutip pemberitaan sejumlah media, insentif bagi tenaga kesehatan yang belum cair tidak hanya terjadi di Rumah Sakit Darurat Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, tetapi juga beberapa daerah lain.

Misalnya, di Bengkulu, Nusa Tenggara Barat (NTB), RSUD Ploso Jombang, Jawa Timur, RSUD Sulawesi Barat, Kabupaten Tabanan, Bali dan beberapa daerah lainnya.

(fey/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]