Satgas Minta Dokter Batasi Jam Kerja Cegah Terpapar Corona

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 08:48 WIB
Satgas Covid-19 juga meminta setiap rumah sakit dan juga dokter memberikan perlindungan penuh pada para tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19. Satgas Covid-19 meminta para dokter dan tenaga kesehatan membatasi jam kerja untuk mencegah terpapar virus corona. Ilustrasi (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Wiku Adisasmito meminta para dokter dan tenaga kesehatan disiplin menerapkan protokol kesehatan serta membatasi jam kerja dalam menangani pasien positif virus corona.

Hal tersebut disampaikan Wiku untuk mencegah dokter dan tenaga kesehatan terpapar virus corona hingga berujung pada kematian.

"Membatasi jam kerja agar tidak kelelahan yang dapat berakibat menurunkan imunitas," kata Wiku kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/8).


Selain itu, Wiku juga meminta setiap rumah sakit dan juga dokter memberikan perlindungan penuh pada para tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

"Setiap RS dan dokter harus memberikan perlindungan penuh pada para nakes," ujarnya.

Sementara itu, Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Halik Malik menyatakan sampai kemarin, Selasa (4/8), total 74 dokter meninggal berstatus positif dan suspek virus corona dari sejumlah daerah di Indonesia.

"Informasi yg diterima PB IDI setidaknya ada 74 dokter yang dilaporkan meninggal karena Positif Covid19 dan PDP Covid," kata Halik.

Saat ditanya berapa jumlah dokter yang terpapar virus corona dan kini masih dalam perawatan, Halik meminta hal tersebut dikonfirmasi kepada pemerintah.

Namun, ia berharap Satgas Covid-19 memiliki data dokter dan tenaga kesehatan yang terpapar virus corona. Menurutnya, data tersebut untuk keseragaman dengan yang dimiliki IDI.

"Harapan kami ada rujukan data tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 untuk keseragaman data, baik yang tanpa gejala, yang sedang dirawat, yang sudah sembuh, dan yang meninggal," ujarnya.

Sebelumnya, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan IDI menyoroti tingginya persentase kematian tenaga kesehatan (nakes) berbanding total kematian akibat virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Ketua IAKMI, Dedi Supratman menyebut Indonesia menempati peringkat ketiga tertinggi di dunia dengan persentase kematian 2,4 persen dari total 89 kematian nakes akibat Covid-19 per 13 Juli 2020 yang dihimpun Pandemic Talks.

Dari perhitungan per 13 Juli tersebut, persentase kematian nakes akibat Covid-19 di Indonesia berada di bawah Rusia (4,7 persen) dan Mesir (2,8 persen).

"Jika kita lihat angka absolut memang angka kematian nakes di Indonesia tidak sebanyak yang di luar negeri. Tapi jika kita bandingkan dengan angka kematian total suatu negara dan kita ambil persentasenya, maka angka (tingkat) kematian Indonesia sangat tinggi," ujar Dedi kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/8) malam.

(fra/fra)

[Gambas:Video CNN]