PSBB Transisi DKI Berakhir Hari Ini, Wagub Sebut Diperpanjang

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 06:35 WIB
Pemprov DKI Jakarta sudah bersiap memperpanjang lagi PSBB Transisi yang berakhir hari ini karena penyebaran Covid-19 masih tinggi. Ilustrasi aktivitas warga di masa PSBB Transisi. (Foto: AP/Achmad Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di Jakarta bakal berakhir hari ini, Kamis (13/8), usai diperpanjang pada 31 Juli. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sudah ancang-ancang untuk kembali memperpanjang kebijakan ini untuk keempat kalinya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui perpanjangan itu dilakukan mengingat jumlah kasus positif Virus Corona (Covid-19) di wilayah ibu kota yang masih cukup tinggi.

"Insyaallah diperpanjang," kata dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Rabu (12/8).


Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta pada Rabu sudah mencapai 27.242 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.925 berstatus kasus aktif atau masih dalam perawatan di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri.

Sebanyak 17.349 orang di antaranya dinyatakan telah sembuh, sedangkan 968 orang meninggal dunia.

Seperti diketahui, PSBB transisi pertama kali diberlakukan pada 5 Juni hingga 2 Juli. Kemudian diperpanjang selama 14 hari pada 16 Juli hingga 30 Juli. PSBB Transisi diperpanjang untuk ketiga kalinya pada 31 Juli hingga 13 Agustus.

Infografis Aturan Kendaraan Berpenumpang Selama PSBB TransisiFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Penularan Virus Corona di wilayah ibu kota masih tergolong tinggi sejak dua pekan terakhir. Bahkan, peningkatan kasus positif mencatat rekor dalam dua hari berturut-turut, yakni pada 7 dan 8 Agustus dengan 665 dan 686 pasien baru.

Berdasarkan data Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, saat ini terdapat 9 kabupaten/kota yang menyumbang kasus aktif lebih dari seribu. Lima dari 9 kabupaten kota itu di antaranya di wilayah Jakarta.

Rinciannya, Jakarta Pusat 2.213 kasus, Jakarta Utara 1.775 kasus, Jakarta Selatan 1.309 kasus, Jakarta Timur 1.305 kasus, dan Jakarta Barat 1.268 kasus.

Mengenai tingginya kasus positif yang ditemukan di wilayah Jakarta, Riza mengklaim bahwa hal ini tak lepas dari masifnya testing Polymerase Chain Reaction (PCR). Secara akumulatif, hingga Rabu kemarin, Jakarta telah melakukan tes PCR terhadap 478.346 orang.

"Angkanya penyebarannya tinggi karena tes kita kan banyak luar biasa per hari 5 ribu sampai 10 ribu. Ya justru baik memperbanyak testing. Supaya kita bisa menyelesaikan masalah. Kita identifikasi masalah, solusinya dengan testing," ujar Riza.

Pengetesan di Jakarta bahkan telah melampaui standar jumlah tes PCR yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yakni 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu.

Infografis Protokol Kesehatan Tempat Usaha PSBB Transisi JakartaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan standar WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang per minggu, atau 1.521 orang per hari.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI, rasio tes PCR total per 1 juta penduduk di Jakarta sebanyak 44.936.

Kendati demikian, masalah penyebaran Corona di Jakarta masih cukup mengkhawatirkan. Selama PSBB transisi, klaster baru penyebaran Virus Corona ditemukan, yakni klaster perkantoran. Hingga Selasa (11/8), Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta sudah menutup 49 perusahaan.

Sebanyak 49 perusahaan itu ditutup lantaran temuan pegawai yang positif terpapar Covid-19. Sementara itu, sebanyak 7 perusahaan ditutup karena melanggar aturan protokol pencegahan Covid-19.

(dmi/arh)

[Gambas:Video CNN]