Fadli Zon Ingatkan Jokowi Jangan Sering Marah di Depan Publik

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 12:08 WIB
Fadli Zon mengaku khawatir kemarahan Jokowi yang dilakukan di depan publik akan menciprat ke muka sendiri. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon meminta Presiden Jokowi tak sering marah di depan publik. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak terlalu sering menampilkan kemarahan di depan publik. Fadli khawatir kemarahan yang disampaikan terbuka akan menciprat ke muka Jokowi sendiri.

"Seorang presiden ini harus membuat harmoni dan jangan sering-sering marah di depan publik. Bagus di ruang tertutup saja karena itu akan menciprat ke muka sendiri nanti," kata Fadli dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Kamis (13/8) malam.

Dalam kesempatan itu, Fadli turut mengkritik langkah pemerintah dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19) ini. Menurutnya, pemerintah masih belum memiliki visi yang jelas terkait skenario yang akan dijalankan dalam menanggulangi bencana non-alam tersebut.


Politikus Partai Gerindra mengajak publik untuk tak segan memberikan kritik kepada pemerintah. Fadli menyebut tak jarang orang di sekitar Jokowi hanya membawa berita-berita baik saja.

"Kadang-kadang orang-orang yang berada di sekitar kepala negara itu bisa hanya membawa berita-berita baik 'asal bapak senang'. Nah, itu kan membahayakan, jadi di situ lah, check and balances itu penting," ujarnya.

Kendati demikian, Fadli mengklaim selama ini pihaknya tak hanya gemar memberikan kritik. Ia menegaskan akan mendukung pemerintah bila kebijakan yang dibuat memang memiliki sasaran tepat guna.

"Kalau kebijakannya bagus ya kita dukung, kalau kurang bagus atau keliru ya kita kritik. Masalahnya banyak sekali yang harus dikritik karena kebijakannya banyak yang keliru," katanya.

Fadli juga merespons terkait tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi yang dianugerahkan kepadanya. Dengan pemberian penghargaan tersebut, ia pun berseloroh mengajak masyarakat untuk lebih banyak memberikan kritik kepada Pemerintah.

"Berarti kritik itu diakui Pemerintah, makanya kalau mau banyak penghargaan, banyak-banyaklah kritik," ujarnya.

Jokowi tampak marah di hadapan para menteri Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga negara saat sidang kabinet pertengahan Juni 2020 lalu, di Istana Negara, Jakarta. Kegusarannya tak bisa disembunyikan karena berulang kali bicara dengan nada tinggi.

Kemarahan Jokowi berkaitan dengan penanganan pandemi virus corona di Indonesia. Ia melihat masih ada menteri yang lamban, padahal bahaya krisis akibat pandemi sudah di depan mata.

Jokowi mengaku tak segan mengambil langkah luar biasa di situasi seperti sekarang. Salah satunya adalah melakukan kocok ulang kabinet atau reshuffle. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengaku siap mempertaruhkan reputasi politiknya.

(khr/fra)

[Gambas:Video CNN]