Kondisi Serius, IDI Sarankan Tambah RS Rujukan di Jakarta

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 15:20 WIB
IDI menyebut rumah sakit rujukan di Jakarta menghadapi pekan yang berat sekali dalam seminggu terakhir, seiring kenaikan jumlah kasus positif di ibu kota. Rumah Sakit Darurat Pasien Virus Corona di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai pelayanan rumah sakit (RS), terutama di Jakarta, kondisinya serius lantaran terus bertambahnya pasien positif virus corona (Covid-19). IDI pun menyarankan pemerintah menambah jumlah RS rujukan pasien Covid-19.

"Saya masih merasakan bahwa kondisi seminggu ini berat sekali [untuk rumah sakit] karena kenaikan kasus Covid-19, antisipasinya RS rujukan ditambah, dari 59 jadi 100," kata Ketua Satuan Tugas Kesiapsiagaan Covid-19 IDI Zubairi Djoerban melalui sambungan telepon, Jumat (14/8).

Ia menekankan rumah sakit rujukan saat ini hanya merawat pasien dengan gejala sedang-berat, atau dengan gejala berat. Dengan dua kriteria itu pun, menurut Zubairi, rumah sakit sudah kewalahan.


"Bagaimana kalau ke depannya orang tanpa gejala tapi positif Covid-19 juga harus mendapatkan perawatan? sekarang untuk gejala berat saja sudah penuh, makanya saya sebut ini kondisinya serius," ucap dia.

Gubernur DKI Anies Baswedan sebelumnya telah mengakui terjadi peningkatan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rumah sakit Jakarta. Dia bilang, saat ini bed occupancy RS di Jakarta sudah mencapai 65 persen. 

"Selama 2 pekan terakhir terjadi tren peningkatan ruang isolasi dan ICU di Jakarta. Dari 4.456 tempat tidur isolasi, 65% sudah terisi saat ini," kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8).

Selain itu, menurut Anies, kapasitas ruang ICU juga meningkat. Dari 483 tempat tidur di ICU, saat ini 67 persen sudah terisi dengan pasien Covid.

Salah satu rumah sakit yang kapasitasnya telah penuh akibat Covid adalah RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Wakil Kepala RSPAD Gatot Subroto, Brigadir Jenderal TNI Budi Sulistya mengatakan ruang ICU untuk perawatan pasien Covid-19 di RSPAD sedang penuh. Diharapkan pasien dengan gejala ringan dapat isolasi mandiri, sementara untuk gejala berat dapat mencari RS rujukan lain.

"Memang banyak, untuk saat ini kondisinya ICU Covid kami sedang penuh, jadi untuk kasus yang sangat berat jangan ke RSPAD karena saat ini sedang penuh, bisa ke RS rujukan lain," katanya kepada CNNIndonesia.com, kemarin.

Hal serupa juga terjadi di RSUP Persahabatan, namun Direktur RSUP Persahabatan, Rita Rogayah mengatakan pihaknya masih menerima pasien rujukan.

"Memang penuh tapi nanti berkurang, terus ada lagi yang masuk pasien yang terkena Covid-19. Sehingga masih bisa menerima pasien Covid-19," ucapnya. 

Tingkat keterisian tempat tidur RS terus bertambah seiring dengan penambahan kasus positif di DKI dalam beberapa pekan terakhir.

Secara nasional, penambahan kasus positif harian juga mengalami lonjakan cukup besar.

Berdasarkan data resmi pemerintah, jumlah kasus positif per 13 Agustus berjumlah 132.816 kasus. Namun sejak awal Juli lalu, penambahan kasus positif rata-rata di atas 1.500 kasus per hari. Pada 9 Juli tambahan kasus baru bahkan mencapai 2.657.

Memasuki Agustus, tambah kasus baru berada di kisaran angka 1.500 hingga 2.000 kasus. Pada 7 Agustus tercatat 2.473 kasus baru, sehari setelah pada 8 Agustus 2.277 kasus baru, kemudian pada 13 Agustus 2.098 kasus baru.

Zubairi memprediksi peningkatan jumlah kasus konfirmasi positif pada bulan September dapat mencapai 2.000 kasus per hari. Bukan tidak mungkin, kata dia, kasus positif terakumulasi hingga 200 ribu kasus pada September mendatang.

"Kalau kita lihat angka tambahan kasusnya, mungkin akhir bulan ini atau awal bulan depan bisa 200 ribu kasus, jadi memang perlu antisipasi lonjakan pasien," kata Zubairi.

(mln/wis)

[Gambas:Video CNN]