Kasus Aktif Corona di Jakpus Tinggi, Klaster Kantor Penyebab

dmi, CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 15:08 WIB
Kegiatan ekonomi dan pemerintahan yang terpusat di wilayah Jakarta Pusat menjadi salah satu penyumbang tingginya kasus aktif Covid-19 dibandingkan daerah lain. Klaster perkantoran disebut menjadi penyebab tingginya kasus positif virus corona aktif di wilayah Jakarta Pusat. Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wilayah Jakarta Pusat (Jakpus) menjadi daerah yang mencatat jumlah kasus aktif virus corona (Covid-19) tertinggi di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 11 Agustus, Jakarta Pusat mencatatkan 2.213 kasus positif aktif.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Erizon Safari mengakui kasus aktif di wilayahnya masih tinggi. Salah satu faktor penyebabnya karena kegiatan ekonomi maupun pemerintahan terpusat di wilayah Jakpus.

"Pusat kegiatan ekonomi yang membuat (kasus aktif tinggi), karena memang klaster perkantoran kan sekarang lagi banyak-banyaknya. Sekarang dan sebagian perkantoran kan, baik kementerian atau lembaga, swasta kan banyak di Jakarta Pusat," kata Erizon saat dikonfirmasi, Jumat (14/8).


Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi dan Energi DKI, hingga 11 Agustus ada 49 perkantoran atau perusahaan yang ditutup karena ditemukan kasus positif Covid. Dari 49 kantor yang ditutup itu, 12 di antaranya berada di Jakpus. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif dan sedang menjalani perawatan medis atau isolasi mandiri.

Erizon menyebut pihaknya tengah menggencarkan puskesmas-puskesmas di wilayanya untuk mencari kasus positif dari orang yang tak memiliki gejala. Oleh karena itu, tak heran jika kasus aktif saat ini banyak ditemukan di Jakpus.

Di sisi lain, Erizon menilai tingginya kasus aktif Covid-19 di Jakpus tak lepas dari banyaknya permukiman padat penduduk. Hal itu juga dibarengi dengan warga yang masih belum disiplin dalam menjalankan aturan protokol pencegahan Covid-19.

"Active case finding kita kan kencang juga. Kedua kan memang perumahan padat, perkantoran sebagian besar tersentralisasi di Jakarta Pusat, di kita juga banyak asrama, apartemen, jadi di sini risiko yang cukup tinggi," ujarnya.

Lebih lanjut, Erizon menyebut pihaknya pun masih melaksanakan active case finding di area perkantoran. Namun, katanya, pencarian kasus baru akan tetap berproses di tempat-tempat lain seperti pemukiman maupun tempat-tempat lain yang berisiko tinggi menjadi pusat penularan seperti pasar.

"Jadi enggak ada prioritas, memang harus semua ditelusuri sebenarnya cuma karena keterbatasan logistik dan lain hal ya kita musti ada skala prioritas," katanya.

Selain Jakpus, empat wilayah DKI juga mencatat kasus aktif di atas 1.000 per 11 Agustus. Rinciannya, Jakarta Utara 1.775 kasus, Jakarta Selatan 1.309 kasus, Jakarta Timur 1.305 kasus, dan Jakarta Barat 1.268 kasus.

Sampai kemarin, menurut laporan Satgas Covid-19, jumlah kumulatif kasus positif di DKI Jakarta mencapai 27.761 orang. Dari data tersebut, sebanyak 17.836 orang sembuh dan 970 orang meninggal dunia.

(fra)

[Gambas:Video CNN]