Gubernur-Bocah SD Kaltara Bantah Baju China di Uang Rp75 Ribu

CNN Indonesia | Kamis, 20/08/2020 14:15 WIB
Gubernur Kalimantan Utara Irianto menyinggung soal pikiran-pikiran kotor bahwa pemerintah salah cetak uang terkait hoaks baju adat China di uang Rp75 ribu. Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/SENO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie menyindir 'pikiran-pikiran kotor' terhadap pemerintah terkait hoaks baju adat China di uang peringatan kemerdekaan ke-75 RI dengan nominal Rp75 ribu.

"Di media sosial maupun dipercakapan grup-grup Whatsapp ada banyak tuduhan-tuduhan miring dan pikiran-pikiran kotor menduga pemerintah salah mencetak uang," katanya, dikutip dari Antara.

Hal itu dikatakannya saat menerima selembar uang pecahan edisi khusus Rp75 ribu yang dikemas dalam bentuk plakat dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Utara, Yufrizal, di ruang rapat Kantor Gubernur di Tanjung Selor, Rabu (19/8).


Dia mengaku kaget karena tudingan itu menjadi viral tak lama setelah peluncuran uang pecahan edisi khusus itu. Irianto mengaku sedih karena banyak komentar yang tak positif. Padahal, kata dia, niat peluncuran uang ini baik.

"Kemudian ini yang harus disadari oleh kita semua. Tidak mungkin Menteri Keuangan, BI (Bank Indonesia), menaruh begitu saja salah satu baju adat di Kaltara kalau tidak ada lirikan pemerintah [pusat] terhadap provinsi kita ini," ujarnya.

"Jadi jangan dipelintirkan [bahwa] kok ada yang memirip-miripkan bahwa itu busana adat China," lanjut Irianto.

Diketahui, BI meluncurkan uang nominal Rp75 ribu dalam rangka HUT ke-75 RI. Uang tersebut menampilkan foto tokoh proklamator Bung Karno dan Bung Hatta, foto pengibaran bendera Merah Putih, dan hingga pencapaian pembangunan infrastruktur.

Warga memperlihatkan lembaran uang pecahan Rp 75 ribu sebelum serah terima di kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2020. Sehari sebelumnya Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan meluncurkan uang peringatan kemerdekaan 75 tahun RI pecahan Rp 75 ribu tersebut. CNN Indonesia/Adhi WicaksonoUang pecahan Rp75 ribu dengan gambar sembilan anak berpakaian adat nusantara, bukan berbaju adat China. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Pada sisi lainnnya, uang itu memiliki gambar sembilan anak berbusana pakaian adat nusantara. Mereka mewakili wilayah Barat, Tengah dan Timur Indonesia (Aceh, Riau, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Maluku, dan Papua).

Salah satunya, busana adat Tidung yang merepresentasikan Kaltara yang ada di bagian tengah.

"Bagi kita warga Kalimantan Utara tanpa terkecuali, ini suatu kebanggaan, karena pada uang tersebut juga ada foto seorang anak memakai salah satu busana pengantin adat lokal di sini, yaitu busana Tidung," kata Irianto.

Anak yang menggunakan baju adat Tidung pada foto tersebut diketahui bernama Muhammad Izzam Athaya. Ia merupakan siswa kelas 4 SDN 041 Tarakan.

Saat diwawancara CNN Indonesia TV, Izzam mengaku senang ambil bagian dalam sesi pemotretan untuk uang edisi khusus itu. "Senang," ucap anak yang bercita-cita jadi Presiden itu.

Tahu itu pakaian adat mana? "Tidung," jawab Izzam.

Budayawan Kaltara, Datuk Norbek, menyebut pakaian adat Tidung ini biasanya dipakai oleh pengantin laki-laki.

Khusus topi atau mahkotanya, yang dituding mirip topi China, kata dia, itu merupakan bentuk tiruan dari pucuk buah nanas yang disebut sebagai "jamong punsuk melaka". Selain itu, topi ini juga dihiasi motif flora dan fauna.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, viral unggahan dan sebaran pesan yang menyebutkan bahwa baju adat di uang Rp75 ribu merupakan pakaian China.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim menegaskan itu pakaian adat suku Tidung dari Kalimantan Utara.

"Bukan dari Tiongkok, asli Indonesia. Justru dengan ini kami menampilkan sembilan baju daerah itu sekarang kita cari tahu kekayaan dan keragaman Indonesia," ucapnya lewat video conference, Selasa (18/8).

(Antara/arh)