DPRD Sebut Anies Sudah Tak Yakin PSBB Transisi Tekan Corona

CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2020 14:21 WIB
Jakarta saat ini masih menjadi episentrum penyebaran virus corona. Hingga Senin (31/8), jumlah kumulatif kasus positif di Jakarta mencapai 40 ribu orang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut sudah tak yakin PSBB transisi bisa menekan penyebaran virus corona. Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Johny Simanjuntak menduga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah tak yakin dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi bisa menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Johny menyebut dugaan itu berkaca dari langkah Anies mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 879 tahun 2020 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Masa Transisi Menuju masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

"Pak Gubernur sudah tak yakin dengan kebijakan itu (PSBB) makanya tidak hadir lagi mengumumkan ke depan. Dibuatlah kebijakan yang di dalamnya sudah tercantum PSBB berkepanjangan," kata Johny kepada CNNIndonesia.com, Selasa (1/9).


Politikus PDIP itu menyebut Anies seharusnya bisa rutin mengumumkan sejauh mana perkembangan penyebaran virus corona di Ibu Kota. Dengan begitu masyarakat tidak bingung dan yakin DKI bisa menghadapi pandemi ini.

Johny pun mengkritik glorifikasi yang dilakukan Anies. Sebelumnya Anies menyatakan bahwa angka kasus aktif dan tingkat kematian di Jakarta sudah menurun.

"Sudahilah pernyataan yang memuji kebijakan sendiri, misalnya bahwa DKI Jakarta sudah melampaui standar WHO dalam tes dan sebagainya. Lantas kenapa kita masih di angka 1.000?" ujarnya.

Menurut Johny, Jakarta saat ini masih menjadi episentrum penyebaran Covid-19 dengan jumlah kumulatif kasus tertinggi dibanding provinsi lain. Namun, kata dia, Anies dalam beberapa kali kesempatan kerap menyebut beberapa daerah belajar dari Jakarta.

"Ya, jadi membuat pengumuman saja sudah malu. Oleh karena itu Pak Gub sekarang menghadapi Covid ini bekerja samalah dengan daerah penyangga mengayomi dan turunkan ego," katanya.

Johny beranggapan sejauh ini kebijakan DKI dan daerah sekitarnya masih bersifat parsial. Depok dan Bogor memiliki kebijakan jam malam dan Jakarta memiliki kebijakan PSBB transisi. Padahal, ujar Johny harusnya daerah penyangga punya satu kesatuan peraturan dengan DKI.

"Bagaimana Bekasi, Bogor, Tangerang tidak sinergi. Pak Gubernur mohon merendahkan hati untuk merangkul, mari kita bergotong royong," ujarnya.

Dikutip dari situs corona.jakarta.go.id, jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Jakarta per (31/8), mencapai 40.309 orang. Dari angka tersebut, 30.538 orang dinyatakan sembuh dan 1.202 orang lainnya meninggal dunia.

Kemarin, Anies mengeluarkan Keputusan Gubernur nomor 879 tahun 2020 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Masa Transisi Menuju masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

Di dalam surat ini, Anies mengeluarkan tiga poin instruksi. Poin pertama, Anies menyatakan perpanjangan PSBB transisi sejak tanggal 28 Agustus 2020 sampai 10 September 2020.

Selanjutnya, Anies menyelipkan poin perpanjangan PSBB transisi otomatis. Ia menyatakan bahwa PSBB transisi tetap diperpanjang dua minggu ke depan jika tak terjadi peningkatan kasus secara signifikan. Kemudian, jika terjadi peningkatan kasus secara signifikan maka PSBB dapat dihentikan. Pemberhentian ini berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat provinsi.

(ctr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK