Pangdam Jaya Klaim Tak Ada Bentrok TNI-Polri di Ciracas

CNN Indonesia | Jumat, 04/09/2020 04:00 WIB
Pangdam Jaya Dudung Abdurachman menyebut tak ada bentrokan TNI-Polri dalam perusakan Polsek Ciracas meski ada korban jatuh dari polisi. Polsek Ciracas disebut dirusak oleh seratusan oknum TNI. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengkaim tak ada bentrokan antara TNI dan Polri saat insiden perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (29/8) dini jari.

"Sebetulnya saat kerusuhan itu tidak ada bentrok TNI dengan Polri," kata dia, dalam konferensi pers di Markas Puspom TNI AD, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Dudung menyatakan aparat kepolisian yang terluka akibat insiden itu diakibatkan karena tindakan anarkistis yang dilakukan oknum TNI. Ia menegaskan bahwa personel TNI dan Polri di Jakarta masih solid sampai saat ini.


"Pos polisi yang kemarin dirusak itu sebagai dampak dari kerusuhan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang mendapatkan informasi yang salah," kata Dudung.

Dudung menjelaskan bahwa tak ada perlawanan dari pihak kepolisian yang berjaga di Polsek Ciracas dan Polsek Pasar Rebo saat insiden itu terjadi. Saat kejadian berlangsung, kata Dudung, beberapa personel kepolisian tak melawan para gerombolan penyerang tersebut.

"Jadi ada sebagian beberapa orang yang berjaga saat itu dan sasarannya hanya kaca dan kendaraan-kendaraan yang diparkir," kata dia.

Selain itu, Dudung meminta masyarakat tidak perlu khawatir kepada anggota TNI. Ia menyatakan penyerangan tersebut hanya dilakukan oleh segelintir oknum TNI. Ia menegaskan bahwa TNI tetap bersama dan melindungi masyarakat.

Diketahui, Polsek Ciracas, Jakarta Timur diserang oleh sekitar 100 orang tak dikenal pada Sabtu (29/8) dini hari lalu. Setidaknya dua anggota Polri menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami luka memar, sobek pada bagian wajah, dan luka tusuk di paha.

Sebanyak 29 personel TNI AD sudah ditetapkan sebagai tersangka penyerangan. Selain itu, Puspom TNI sudah memeriksa 51 prajurit TNI AD dari 19 kesatuan yang diduga terkait dengan insiden tersebut.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis menemukan indikasi keterlibatan tujuh oknum dari TNI AL dan satu dari TNI AU dalam penyerangan di Polsek Ciracas karena berada di sekitar lokasi kejadian.

"Ditemukan indikasi adanya prajurit dari matra lain, yang sampai saat ini baru kita temukan delapan [orang] berdasarkan hasil pemeriksaan dan terus akan kita kembangkan," kata dia, dalam konferensi pers di Mapuspom TNI AD, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

"Selama pemeriksaan, dia (saksi) menyebutkan nama-nama, ada juga di dalam foto oknum prajurit ini terpampang. Baru sebatas delapan orang ini berada di sekitar TKP, kemudian keterlibatannya bagaimana, kita tunggu hasil pemeriksaan," kata Eddy.

Cover thumb Infografis_TNI-vs-PolriFoto: rengga

Pihaknya sudah menghubungi komandan satuannya masing-masing agar menghadirkan mereka dalam pemeriksaan serta bekerja sama dengan Puspom TNI AL serta Puspom TNI AU.

"Sesuai perintah pimpinan, diusut tuntas. Prajurit harus disiplin, prajurit harus mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan," kata dia.

(rzr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK