Pangdam Jaya Sebut 76 Warga Jadi Korban Kerusuhan Ciracas

CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2020 11:45 WIB
Tercatat 76 warga sipil menjadi korban kerusuhan di Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Menurut Pangdam Jaya, jumlah itu bisa bertambah. Suasana di Polsek Ciracas setelah diserang sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu (28/8) dini hari. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan hingga Rabu (2/9) terdapat 76 warga sipil yang menjadi korban imbas kerusuhan Polsek Ciracas Jakarta Timur dan sekitarnya.

Hal itu disampaikan Dudung usai memberikan uang ganti rugi dan santunan kepada para korban di Koramil 05/Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (2/9).

"Ada 76 terakhir, warga sipil. Ini bisa jadi bertambah," kata dia.


Ia mengatakan untuk mengakomodasi korban yang nantinya akan bertambah itu, TNI AD masih membuka posko pengaduan di Koramil 05/Kramatjati hingga tiga hari ke depan.

Masyarakat yang menjadi korban, kata Dudung, dipersilakan untuk membuat laporan.

"Kami tetap membuka pengaduan dari masyarakat, karena itu kan dari Arundina sampai Ciracas, ini cukup jauh, kalau misal ada korban lain silakan,"kata dia.

Suasana di Polsek Ciracas, Sabtu, 29 Agustus 2020. Polsek Ciracas dikabarkan diserang oleh sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu (28/8) dini hari. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaSuasana di Polsek Ciracas setelah diserang sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu (28/8) dini hari. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Lebih lanjut, ia mengatakan bagi warga yang menjadi korban diberikan uang ganti rugi dan santunan yang jumlahnya bervariasi tergantung kerugian yang diderita.

"Misal kaca (kios) rusak, diperbaiki, terus dikasih santunan, kalau kayak gerobak itu kemarin kaca mereka pecah, ada yang habis Rp300 ribu, kita perbaiki, terus kita kasih santunan Rp1 juta," kata dia.

Polsek Ciracas, Jakarta Timur diserang oleh sekitar 100 orang tak dikenal pada Sabtu (29/8) dini hari lalu.

Penyerangan itu diketahui bermula dari kabar hoaks prajurit TNI yang bertugas di Direktorat Hukum Angkatan Darat (Ditkumad) bernama Prada Muharman Ilham (MI) mengaku dikeroyok.

Setelah ditelusuri, ternyata Prada MI mengalami kecelakaan tunggal dan tidak mengalami pengeroyokan yang memicu penyerangan tersebut. Prada MI mengalami kecelakaan tunggal akibat tidak konsentrasi dan tidak dapat mengendalikan motornya saat akan menyalip motor yang ada di depannya.

"Ditemukan bahwa prajurit MI telah menghubungi 27 rekannya soal hoaks dirinya mengalami pengeroyokan," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangannya kemarin, Minggu (30/8).

Sejauh ini, sebanyak 31 anggota TNI AD yang terlibat dalam insiden tersebut telah diperiksa. Dari jumlah itu, 12 orang di antaranya ditahan di Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya), Guntur, Jakarta. Sedangkan 19 personel TNI AD lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

(yoa/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK