Airlangga Jawab Krisis RS di Jakarta: Dana Pemerintah Cukup

CNN Indonesia | Kamis, 10/09/2020 21:01 WIB
Airlangga memastikan pemerintah pusat telah memiliki dana cukup menambah kapasitas rumah sakit menghadapi pasien corona di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Lukas - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin tidak ada krisis rumah sakit bagi pasien virus corona (covid-19) di Jakarta. Airlangga memastikan pemerintah terus memaksimalkan kapasitas layanan kesehatan di seluruh daerah, termasuk Jakarta.

"Pemerintah menegaskan tidak ada kapasitas kesehatan yang terbatas. Pemerintah sudah punya dana cukup. Pemerintah akan menambah kapasitas bed sesuai kebutuhan dan meyakinkan semua daerah, termasuk DKI," kata Airlangga dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta, Kamis (10/9).

Kekhawatiran soal krisis rumah sakit ini sebelumnya disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam keterangannya Rabu (9/9) malam, Anies mengaku jumlah tempat tidur di rumah sakit, obat, dan alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan mulai terpakai habis.


Airlangga menegaskan bahwa pemerintah pusat selalu memberi perhatian serius terhadap situasi yang saat ini terjadi dan berupaya meningkatkan kapasitas rumah sakit serta fasilitas kesehatan.

Peningkatan kapasitas itu berupa penggunaan hotel hingga memanfaatkan ruang isolasi mandiri di Wisma Atlet. Nantinya, kata Airlangga, pemerintah akan menggunakan tower lima dan enam di Wisma Atlet untuk merawat pasien yang menjalani isolasi mandiri dan tower tujuh dan delapan untuk pekerja asing.

"Jadi peningkatan kapasitas rumah sakit dan fasilitas kesehatan itu termasuk memanfaatkan hotel bintang dua dan tiga seperti di Sulsel dan ruang isolasi mandiri di Wisma Atlet," katanya.

Ketua Komite Pengarah Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini memastikan, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit.

Pihaknya juga mendorong agar rumah sakit dapat melakukan relaksasi pada pasien yang sudah hampir sembuh atau masih di tahap observasi.

Airlangga juga menjamin ketersediaan obat antivirus berupa tamiflu dan oseltamivir bagi pasien.

"Tentu dengan berbagai langkah tersebut, kapasitas di rumah sakit tetap terfasilitasi. Tower enam dan tujuh (Wisma Atlet) yang berfungsi sebagai perawatan ini juga masih punya kapasitas," tuturnya.

Sebelumnya Anies telah mengungkapkan kekhawatiran soal keberadaan rumah sakit di Jakarta yang over kapasitas. Jakarta saat ini memiliki fasilitas berupa 190 rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 67 di antaranya merupakan rumah sakit rujukan covid-19.

Anies mencatat hingga 8 September lalu, kapasitas tempat tidur, APD, hingga obat-obatan yang dimiliki DKI sudah dipakai 77 persen. DKI telah berencana menaikkan kapasitas tempat tidur khusus covid sebanyak 20 persen menjadi 4.807 tempat tidur.

Namun setelah dihitung dengan angka aktif kasus, diprediksi rumah sakit akan kembali penuh pada akhir September.

(psp/ain)

[Gambas:Video CNN]