Andre Rosiade Minta Jokowi Copot Ahok karena Banyak 'Bacot'

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 11:24 WIB
Andre Rosiade meminta Ahok dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina karena dianggap membuat gaduh usai mengungkap aib manajemen Pertamina. Politikus Gerindra Andre Rosiade meminta Ahok dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina karena dianggap membuat gaduh usai mengungkap aib manajemen Pertamina. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade mengusulkan Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Menurutnya, Ahok terlalu banyak omong dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang membuat gaduh dan tanpa dasar.

"Pak Presiden @jokowi yg sy hormati, setelah melihat kinerja & perilaku saudara @basuki_btp sbg Komut @pertamina . Sy usulkan ke pak @jokowi & pak Menteri @erickthohir utk mencopot saudara BTP dr jabatannya krn menimbulkan kegaduhan dan Kinerja yg bersangkutan juga biasa2 saja," kata Andre lewat akun Twitter-nya, @andre_rosiade, Selasa (15/9) malam.


Lewat keterangan tertulisnya, Andre kemudian mengaku memahami bahwa Ahok membutuhkan panggung. Namun, ia meminta agar mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak menimbulkan citra negatif untuk Pertamina. 

"Jangan kebanyakan bacot, apalagi pak Ahok orang dalam Pertamina," katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16/9).

Lebih lanjut, ia mempertanyakan pernyataan Ahok yang menyebut Pertamina lebih suka membeli blok minyak dan gas (migas) di luar negeri daripada melakukan eksplorasi dalam negeri. Menurutnya, pernyataan Ahok itu tidak benar karena pada faktanya Pertamina banyak melakukan eksplorasi di dalam negeri.

Berdasarkan data yang ia miliki, Pertamina melakukan pengeboran 240 sumur eksplorasi dan eksploitasi dengan 800 work over dalam rangka menambah produksi di hulu pada 2019.

Menurutnya, lebih dari 60 persen investasi di Pertamina adalah untuk hulu migas. Bahkan, lanjut Andre, Pertamina melakukan studi seismic di 35 cekungan dengan panjang 31.114 km untuk menambah cadangan sepanjang 2019.

Andre berkata, studi seismic yang dilakukan Pertamina ini merupakan yang terpanjang di Asia Tenggara dalam waktu 10 tahun terakhir. Menurutnya, hasil studi seismic sampai menjadi produksi memerlukan waktu paling cepat 7 tahun.

"Oleh sebab itu, untuk menambah produksi dan cadangan hulu migas saat ini diperlukan akuisisi blok hulu migas yang sudah berproduksi, sehingga bisa langsung menambah cadangan dan produksi migas Pertamina," katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta,  Basuki Tjahja Purnama, terlihat saat usai mengikuti prosesi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 di gedung paripurna 1 MPR RI.  Jakarta. Minggu,  20 Oktober 2019.CNN Indonesia/Andry NovelinoBasuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino

Akuisisi Pertamina di dalam negeri, kata dia, dilakukan pada blok-blok yang perjanjian Production Sharing Contract (PSC) sudah berakhir. Sementara akuisisi di luar negeri dilakukan pada blok-blok yang sudah berproduksi dan memiliki cadangan besar.

Selain soal eksplorasi blok migas, Andre juga mempertanyakan pernyataan Ahok soal Pertamina tidak pernah membangun kilang. Menurutnya, pernyataan ini tidak mendasarkan pada data karena Pertamina membangun beberapa kilang pada 2019.

Andre mencontohkan, Pertamina telah membangun Kilang Langit Biru Cilacap pada 2015 hingga 2019. Kilang itu, menurutnya, sudah mulai beroperasi Juli 2019 dan menambah produksi Pertamax sehingga mengurangi impor BBM.

Selain itu, Pertamina juga membangun Kilang RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur yang sudah mulai dibangun sejak April 2019 dan akan selesai pada 2023 mendatang serta akan membuat kapasitas produksi menjadi 360.000 bpd.

Menurutnya, terdapat juga ada Kilang Petrokimia di TPPI (revamping Aromatic) yang sudah mulai dibangun sejak 2019 dan akan selesai di tahun 2022.

"Selama menjabat Komut Pertamina, sudah berapa kali sih Ahok melakukan kunjungan ke kilang-kilang Pertamina?" katanya.

Kegiatan pengisian bahan bakar untuk mobil di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (1/11)SPBU Pertamina. (Foto: CNN Indonesia/ Daniela Dinda)

Andre juga mengkritik pernyataan Ahok yang mengatakan bahwa Pertashop atau program SPBU mini tidak berjalan. Andre membeberkan bahwa berdasarkan data yang dimilikinya, sejak diluncurkan pada Februari 2020 sampai saat ini sudah terbangun sekitar 500 Pertashop untuk melayani masyarakat dengan kerjasama bersama pihak swasta maupun BUMDES sampai akhir 2020.

Menurutnya, pembangunan masih akan berlanjut dengan target 4.300 Pertashop di seluruh Indonesia.

"Data soal Pertashop saja Ahok bisa keliru, padahal data tersebut selalu di-update. Saya jadi bertanya-tanya siapa sebenarnya yang bisikin pak Ahok agar Pertamina gaduh terus?" tanyanya.

Andre pun mengkritik sikap Ahok yang merasa paling benar. Ia menyarankan Ahok memanfaatkan forum rapat antara direksi dan komisaris Pertamina yang berlangsung setiap pekan untuk menyampaikan berbagai macam kritiknya.

"Komisaris dan Direksi di BUMN paling tidak punya satu agenda rapat bersama dalam satu bulan dalam kasus Pertamina, rapat bersama ini bahkan dilakukan seminggu sekali setiap hari Kamis. Harusnya Ahok mengoptimalkan rapat tersebut," ungkapnya.

Andre meminta agar Ahok tidak merasa superior atau seolah-olah paling benar dalam bekerja, paling bersih, dan tidak pernah salah. Dia menegaskan bahwa Pertamina tidak butuh Superman, melainkan membutuhkan tim super yang mau bersama-sama memajukan Pertamina dan industri migas nasional.

Terakhir, Andre menyarankan agar Ahok bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan tidak hanya berteriak soal maling di tubuh Pertamina tanpa memberikan bukti.

Menurutnya, jajaran direksi Pertamina sudah melakukan banyak upaya untuk membersihkan Pertamina melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum.

"Bulan lalu Pertamina bekerja sama dengan KPK dan telah berhasil menyelamatkan aset perusahaan sebesar Rp9,5 T. Selain itu, Pertamina juga telah mendapat sertifikat ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Suap. Untuk itu saya usul sebaiknya Presiden Jokowi dan Menteri BUMN copot saja pak Ahok daripada terus membuat kegaduhan yang tidak perlu," tuturnya.

Sebelumnya, Ahok membuka aib manajemen Pertamina. Berbagai permasalahan Ahok buka dari mulai melobi menteri hingga persoalan gaji direksi. Pernyataan tersebut Ahok ungkapkan dalam akun YouTube POIN pada Senin (14/9).

Ahok mempermasalahkan soal perubahan posisi direksi Pertamina tanpa sepengetahuan komisaris. Dalam melakukan perubahan, direksi disebut langsung melobi menteri.

Ia juga mempermasalahkan pencopotan jabatan yang tidak disertai perubahan gaji dan karyawan. Dia memisalkan jabatan direktur utama anak perusahaan Pertamina dengan gaji Rp100 juta lebih dicopot.

Menanggapi itu, pihak Pertamina menyebut pernyataan Ahok sejalan dengan program restrukturisasi Pertamina. Perusahaan pelat merah itu memastikan akan terus koordinasi dan komunikasi dengan komisaris dan stakeholder terkait sehingga semua terinfo dengan baik apa yang sedang dijalankan Pertamina.

(mts/pris)

[Gambas:Video CNN]