Demokrat: Indonesia di Titik Nadir Akibat Salah Urus Pandemi

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 13:32 WIB
Wasekjen Demokrat Irwan menyebut kebijakan yang diambil Presiden Jokowi menangani pandemi tak seirama dan hanya fokus pada urusan ekonomi semata. Demokrat menilai Indonesia tengah berada di titik nadir akibat salah urus pandemi virus corona. Ilustrasi (ANTARA FOTO/FENY SELLY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Irwan mengkritik langkah yang ditempuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19).

Irwan menyebut Indonesia tengah berada di titik nadir akibat salah kebijakan menangani pandemi Covid-19 yang sudah terjadi dalam enam bulan ini.

"Saya sebut Indonesia kini di titik nadir, akibat salah urus pandemi (virus corona)," kata Irwan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (17/9).


Irwan mengaku miris dengan penyebaran virus corona yang justru meningkat drastis dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, hal itu terlihat dari situasi Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran yang hampir penuh saat ini.

Di sisi lain, kata Irwan, penanganan pandemi virus corona yang dilakukan pemerintah juga tak seirama dan hanya fokus pada urusan ekonomi semata.

"Seirama hanya urus ekonomi, bicara stimulus bisnis, bukan rakyat sedang kritis karena pandemi. Ini sungguh miris," ujarnya.

Irwan meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan rakyat daripada ekonomi. Ia juga meminta pemerintah tak membuat kebijakan yang terkesan mengambil keuntungan seperti program Kartu Prakerja.

Menurutnya, program Kartu Prakerja yang digagas Jokowi tak bisa menolong rakyat terhindar dari dampak pandemi Covid-19.

"Lewat setengah tahun, rakyat negeri masih dilanda rasa ngeri. Satu sisi rakyat mencari sesuap nasi untuk ekonomi, sisi lain terancam dengan pandemi," katanya.

Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia per Rabu (16/9), telah mencapai 228.993 orang. Dari jumlah itu, 164.101 orang dinyatakan sembuh dan 9.100 meninggal dunia.

(mts/osc)

[Gambas:Video CNN]