Semua Calon Pilkada Depok Tak Punya Misi Khusus Lawan Corona

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 08:31 WIB
Pilkada Depok akan diikuti dua pasang bakal calon wali kota-wakil wali kota, namun tak ada yang punya misi khusus menangani dampak pandemi corona. Calon peserta Pilkada Depok 2020 tak punya janji kampanye khusus menanggulangi dampak virus corona meski telah banyak jatuh korban jiwa (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rencana dan strategi penanganan virus corona (Covid-19) absen dicantumkan dalam visi, misi dan program prioritas oleh dua bakal pasangan yang akan berkontestasi di Pilkada Kota Depok 2020.

Penelusuran CNNIndonesia.com terhadap dokumen visi dan misi dua pasangan calon kepala daerah yang diunggah situs KPUD Kota Depok, tak terlihat sama sekali ada diksi atau kalimat yang spesifik menyinggung penanggulangan virus corona.

Dalam visi, misi dan program prioritas sektor kesehatan, pasangan calon Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono hanya menyinggung misi mewujudkan kota yang sehat, aman, tertib dan nyaman.


Sementara di program prioritasnya, pasangan yang diusung koalisi PKS, Demokrat dan PPP itu hanya berjanji untuk membangun Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu) dan Posyandu di setiap RW.

Setali tiga uang, visi, misi dan program pasangan Pradi Supriatna dan Afifah Alia juga tak menyinggung sama sekali strategi penanganan Covid-19 Untuk sektor kesehatan, salah satu program unggulannya adalah berobat gratis bagi seluruh warga yang memiliki KTP Depok.

Sementara itu, misi Pradi-Afifah di sektor kesehatan masih bersifat umum dan belum spesifik menyentuh persoalan penanganan Covid-19 di Depok. Misi itu diantaranya berjanji untuk meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan berbasis masyarakat, meningkatkan pencegahan dan pengendalian penyakit, surveilans kesehatan, imunisasi, hingga meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja peningkatan akses dan mutu continuum of care pelayanan ibu, anak, remaja, dan lansia.

Walikota Depok Mohammad Idris. CNN Indonesia/Andry Novelino Bakal calon wali kota Depok Mohammad Idris tak punya program khusus untuk menanggulangi dampak dari pandemi virus corona (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Pradi dan Afifah juga berjanji untuk meningkatkan standardisasi pelayanan kesehatan di Kota Depok. Di antaranya, melalui peningkatan sarana prasarana pelayanan kesehatan yang mencakup obat dan perbekalan sesuai standar. Lalu, pemenuhan tenaga kesehatan yang profesional, peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan, hingga penguatan regulasi pelayanan kesehatan.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi dua pasangan calon kepala daerah berserta tim suksesnya untuk mempertanyakan mengenai hal tersebut. Namun yang bersangkutan belum merespons.

Sebelumnya, Ketua KPU RI Arief Budiman meminta agar seluruh calon kepala daerah dalam Pilkada 2020 memasukkan strategi penanganan virus corona di daerahnya masing-masing ke dalam visi dan misi. Hal itu bertujuan melihat keseriusan seluruh calon kepala daerah dalam rangka menekan angka kasus positif corona di wilayah masing-masing.

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri juga mendorong agar para kontestan Pilkada memiliki pelbagai inovasi yang diterjemahkan dalam visi, misi, program dalam menangani wabah corona.

Diketahui, Depok merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi penularan virus corona di Jawa Barat. Berdasarkan data per Selasa (15/9) kemarin, total ada 2.990 kasus positif Covid-19 sudah dilaporkan Pemerintah Kota Depok. Sebanyak 2.027 di antaranya dinyatakan pulih, sementara 107 lainnya meninggal dunia.

(rzr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]