Polisi Selidiki Pelecehan Wanita Saat Rapid Test di Soetta

CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 04:40 WIB
Kepolisian menyebut penyelidikan tetap dilakukan walau belum ada laporan resmi dari korban. Puluhan calon penumpang dari sejumlah maskapai penerbangan tengah mengantre di terminal 2 gate 5 Bandara Soetta untuk menjalani proses pengecekan berkas kelengkapan sebagai syarat penerbangan.(CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menyelidiki kasus dugaan pemerasan dan pelecehan terhadap seorang penumpang perempuan berinisial LHI saat pemeriksaan rapid test di Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta AKP Alexander Yurikho mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait peristiwa itu.

Kendati demikian, kata Alexander, pihaknya tetap melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.


"Penyelidikan akan tetap dilakukan oleh penyelidik Satuan Reskrim Polresta Bandara Soetta," kata Alexander saat dikonfirmasi, Jumat(18/9).

Alexander menuturkan pihaknya berharap korban yang merasa dirugikan dalam peristiwa itu segera membuat laporan. Laporan itu, kata dia, bisa membantu proses penyelidikan menjadi lebih mudah.

"Lebih memudahkan proses penegakan hukum jika yang merasa menjadi korban membuat laporan secara resmi," ucap Alexander.

Sebelumnya LHI membagikan cerita terkait dugaan pemerasan dan pelecehan seksual saat menjalani pemeriksaan rapid test di Bandara Soetta melalui akun twitter @listongs.

"Jadi tuh awalnya saya mau tes rapid di Bandara Soetta Minggu kemarin, yang Kimia Farma, soalnya saya mau ke Nias. Nah saya bayar Rp150 ribu hasilnya reaktif. Terus salah satu dokter menawarkan untuk rapid lagi dengan menjanjikan hasil non-reaktif," kata LHI saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (18/9).

Kemudian salah satu dokter berinisial EFY memaksanya untuk kembali menjalani pemeriksaan, serta meyakinkan bahwa kondisi korban sebenarnya tidak berbahaya.

Dia akhirnya menuruti namun dokter itu meminta sejumlah uang imbalan. Akhirnya disepakati upah sebesar Rp1,4 juta.

Tak hanya itu, korban juga mengaku sempat mendapat tindak pelecehan seksual dari dokter tersebut.

Lebih lanjut, korban mengaku sudah melaporkan peristiwa itu ke pihak Angkasa Pura dan mengisi form laporan di IDI. Namun, dia mengklaim belum mendapat respons.

(ptr/fea)

[Gambas:Video CNN]