Pecah Rekor Harian, Kasus Covid-19 Tembus 4.168 Orang

CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 15:44 WIB
Kasus baru positif corona di RI konsisten di atas angka 3.000 per hari dalam sepekan terakhir. Hari ini, rekor itu pecah dengan 4.168 kasus baru. RS Sulianti Saroso, RS di Jakarta yang jadi rujukan pasien covid-19. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tambahan kasus baru konfirmasi positif Covid-19 tembus rekor hari ini, Sabtu (19/9). Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat tambahan sebanyak 4.168 kasus baru dari berbagai daerah di Indonesia.

Selama sepekan terakhir, tambahan kasus positif Covid-19 secara harian terus berada di angka 3.000 kasus per hari. Rekor harian sebelumnya pada 16 September sebanyak 3.963 kasus, memecahkan rekor sebelumnya pada 10 September dengan jumlah 3.861 kasus.

Penambahan harian kasus positif selama September juga menunjukkan tren peningkatan. Awal September dimulai dengan penambahan 2.775 kasus, kemudian bertambah hingga 3.662 kasus pada 3 September.


Sejak itu, tambahan kasus positif terus fluktuatif namun cenderung meningkat. Selama September ini, telah terakumulasi sebanyak 63.891 kasus positif Covid-19. Mendekati angka akumulatif kasus pada Agustus yakni 66.420 kasus.

Secara akumulatif kasus positif Covid-19 berjumlah 240.687 kasus, dari jumlah itu 174.350 sembuh, 9.448 meninggal, dan 56.889 merupakan kasus aktif yang masih membutuhkan perawatan.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Sebelumnya Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut lonjakan kasus Covid-19 terjadi sebab masih ada penularan di tengah masyarakat.

Selain itu, menurutnya, peningkatan kasus juga dikontribusikan oleh peningkatan testing, namun yang lebih fundamental adalah masih terjadinya penularan di masyarakat sehingga angka kasus positif terus bertambah.

"Peningkatan kasus dikontribusi oleh dua hal, penularan yang tinggi, dan testingnya juga meningkat, tapi yang lebih fundamental bukan peningkatan testingnya, tapi masih ada transmisi, masih ada penularan," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (18/9).

(mln/ain)

[Gambas:Video CNN]