Baku Tembak dengan KKB di Papua, Prajurit TNI Kembali Gugur

CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 20:23 WIB
Kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua, kembali menewaskan satu prajurit TNI. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Baku tembak antara Satuan Tugas BKO Aparat teritorial (Apter) Koramil Persiapan Hitadipa dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua, Sabtu (19/9), menyebabkan satu anggota TNI tewas. Dua hari sebelumnya, prajurit TNI Serka Sahlan juga tewas dalam baku tembak di Intan Jaya.

"Salah satu personel Satgas Apter terkena tembakan atas nama Pratu Dwi Akbar Utomo dan pada sekira pukul 14.50 korban dinyatakan meninggal dunia," kata Kepala Penerangan Kodam Cendrawasih, Letkol Arm Reza Nur Patria dalam keterangan tertulis.

Reza menyatakan bahwa jenazah mendiang telah diurus proses evakuasinya dan akan dibawa ke Timika. Aparat keamanan gabungan TNI dan Polri saat ini melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian.


Baku tembak terjadi pada Sabtu (19/9) pukul 13.20 WIT, di Pos Koramil Persiapan Hitadipa Kampung Hitadipa Distrik Hitadipa Kab. Intan Jaya.

Menurut Reza, Satgas Apter bertugas menyiapkan Koramil dan Kodim baru untuk membantu pemerintah daerah melaksanakan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

KKB juga melakukan penyerangan pada Kamis (17/9), menyebabkan satu tukang ojek bernama Badawi (51) dan prajurit TNI Serka Sahlan tewas.

Catatan Antara hingga 19 September tercatat tiga kasus penyerangan dan penembakan terhadap warga sipil dan TNI hingga menewaskan dua anggota TNI-AD dan satu warga sipil serta dua sipil lainnya terluka.

Adapun nama-nama korban yaitu Selasa (15/9) dua tukang ojek terluka, Kamis (17/9) dua orang meninggal yakni Serka Sahlan dan Badawi yang berprofesi tukang ojek, serta Sabtu (19/9) kembali terjadi kontak tembak yang menewaskan Pratu Dwi Akbar Utomo.

(ndn/wis)

[Gambas:Video CNN]