Kronologi Penembakan Pendeta Papua Versi TPNPB-OPM

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 17:52 WIB
Berdasarkan kronologis TPNPB-OPM, insiden itu bermula saat personel TNI/Polri mendatangi Kampung Sugapa untuk memberikan penyuluhan kepada warga sekitar. Ilustrasi (Puspen TNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membantah bertanggung jawab dalam insiden penembakan pendeta Yeremia Zanamban di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Sabtu (21/9).

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menuding aparat TNI yang menembak pendeta Yeremia saat kontak senjata dengan prajuritnya di Intan Jaya.

"Almarhum ditembak di depan umatnya oleh pasukan TNI/POLRI," kata Sebby melalui keterangan resmi, Senin (21/9).


TPNPB-OPM merilis kronologi kejadian, menurut versi mereka. Insiden itu bermula saat personel TNI/Polri mendatangi Kampung Sugapa untuk memberikan penyuluhan kepada warga sekitar.

Sebby menyebut pasukannya kemudian menembak ke arah pasukan TNI yang bertugas. Salah seorang prajurit TNI tewas.

Setelah itu, kata Sebby, seorang komandan TNI menodong dan menyandera Yeremia. Mereka menuding pendeta Yeremia melaporkan kegiatan penyuluhan kepada TPNPB-OPM.

"Komandan Kompi itu langsung melepaskan tembakan bidikan sebanyak enam kali membuat Bapak Pdt Yeremias Zanabani tergeletak di tempat," ujarnya.

Sebby menegaskan penembakan itu dilakukan oleh aparat TNI di depan warga-warga yang berkumpul. Ia mengklaim bahwa pihak TNI juga menahan jasad pendeta Yeremia.

Lebih lanjut, Sebby menyebut keesokan hari setelah penembakan, seluruh pimpinan gereja, kepalah suku, tokoh adat, tokoh masyarakat setempat berkumpul bersama keluarga korban untuk meminta jasadnya.

"Masyarakat Kabupaten Intan Jaya menerima mayat korban setelah itu dibumikan (dimakamkan)," katanya.

Tudingan soal penembakan pendeta Yeremia dilakukan aparat telah dibantah TNI maupun Polri. Kedua institusi itu balik menuding KKB terlibat dalam insiden penembakan tersebut.

Keduanya kompak menyatakan bahwa KKB melakukan penembakan itu untuk menarik perhatian di Sidang Umum PBB yang akan digelar akhir bulan ini. KKB berusaha menebar fitnah dengan menuduh TNI sebagai pelaku penembakan.

"Seperti yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini," kata Kepala Penerangan Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa dalam keterangan resminya, Minggu (20/9).

(mjo/fra)

[Gambas:Video CNN]