Banjir Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Warga dan 1 Mobil Hanyut

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 21:32 WIB
Selain 12 rumah warga yang hanyut, 85 unit rumah lainnya terendam banjir bandang yang menerjang wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 12 unit rumah hanyut terbawa arus banjir bandang di Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (21/9). (Dok. BNPB)
Bandung, CNN Indonesia --

Sebanyak 12 unit rumah yang berada di sekitar bantaran sungai Sungai Cicatih hingga Sungai Cibuntu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terseret arus banjir bandang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun CNNIndonesia.com, selain di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, banjir bandang juga melanda perkampungan lain.

Wilayah tersebut yakni Kampung Cipari, Desa Cisaat; Kampung Belakang Aspol, Cicurug; Kampung Nyangkowek, Desa Mekarsari; Kampung Lio, Desa Bangbayang, serta Perum Setia Budi.


"Telah terjadi hujan deras hingga menyebabkan terjadinya banjir bandang luapan air sungai Citarik- Cipeuncit," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat Budi Budiman Wahyu dalam keterangan tertulis, Senin (21/9).

Budi mengatakan ketinggian air dalam banjir Cicurug Sukabumi mencapai 5-6 meter. Sebanyak 12 unit rumah hanyut dan 85 unit rumah lainnya terendam. Selain itu, satu kendaraan roda empat juga ikut hanyut.

Lebih lanjut, Budi menyebut petugas gabungan langsung melakukan evakuasi korban terdampak banjir bandang bersama unsur komunitas relawan.

"Kondisi terkini masih dalam pendataan," ujar Budi.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, banjir disebabkan akibat hujan deras yang turun selama beberapa waktu.

Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

Sementara, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna menuturkan petugas masih mendata tentang laporan orang hilang dan kerusakan akibat banjir bandang.

Kata dia, sungai Cibuntu yang tidak bisa lagi menampung debit air menyebabkan air melimpah ke sejumlah permukiman di warga. Petugas gabungan yang tiba di lokasi pun langsung melakukan assessment dan melakukan penyisiran terhadap dua warga yang terbawa hanyut.

(hyg/fra)

[Gambas:Video CNN]