Tenaga Kesehatan Positif Corona: 2.291 Bidan, 803 Apoteker

CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 14:07 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan terpapar virus corona, mulai dari dokter, perawat, hingga bidan yang jumlahnya 2.291 orang dan apoteker (803 orang). Ilustrasi bidan. Kasus Corona juga menyasar tenaga medis jenis ini, selain dokter dan perawat. (Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hampir tujuh bulan pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia, ribuan tenaga kesehatan (nakes) terpapar Virus Corona. Mereka berasal dari kalangan dokter, perawat, bidan, hingga apoteker.

Ketua Bidang Apoteker Advance dan Spesialis Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Profesor Kerry Lestari Dandan mengatakan, hingga 21 September terdapat 803 orang apoteker yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari angka itu 723 orang melakukan isolasi mandiri, dinyatakan sembuh sebanyak 640 orang, dan 6 orang meninggal dunia.

"Kami dari apoteker sedang melakukan updating data, tapi sampai saat ini ada sekitar 800 sekian yang terpapar, beberapa sudah sembuh, ada juga korban meninggal. Namun tentu saja ini merupakan pengabdian profesi yang harus kita lakukan, apoteker harus bersama masyarakat," ujarnya dalam dialog Benteng Terakhir Penanganan c-19 di Youtube BNPB, Selasa (22/9).


Penularan Covid-19 juga terjadi di profesi kebidanan. Sekretaris Jenderal PP Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ade Jubaedah merinci sebanyak 2.291 orang bidang positif covid-19. Dari angka itu masih ada 178 orang yang menjalani perawatan rumah sakit, sembuh 1.345 orang, dan 22 orang meninggal.

Ade juga merinci ada 746 orang bidan yang melakukan isolasi mandiri. Bidan suspek Covid-19 sebanyak 913 orang, kontak erat 223 orang, dan 2 orang dengan status probable. Seluruh data tersebut merupakan akumulasi hingga Senin (21/9).

Selain itu, penularan juga terjadi pada profesi perawat. Data Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) per 16 September mencatat ada 2.983 perawat Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19.

PPNI merinci, ada empat provinsi dengan catatan perawat positif Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan. Dari empat provinsi tersebut, DKI Jakarta menyumbang angka perawat positif terbanyak, yakni 1.629 kasus.

Kemudian Jatim 848 kasus, Bali 156 kasus, dan Sulsel 350 kasus. PPNI juga mencatat ada 85 orang perawat meninggal dengan Covid-19.

Lebih lanjut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mencatat sebanyak 117 dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Data tersebut merupakan akumulasi hingga 17 September 2020.

Dari jumlah keseluruhan, catatan kematian dokter terbanyak berada di Jawa Timur, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta.

Rinciannya, ada 30 dokter meninggal di Jawa Timur, 21 dokter di Sumatera Utara, 16 dokter di DKI Jakarta, 11 dokter di Jawa Barat, 8 dokter di Jawa Tengah, 6 dokter di Sulawesi Selatan, 4 dokter di Bali, dan 4 dokter di Kalimantan Selatan.

Kemudian 4 dokter di Sumatera Selatan 3 dokter di Kalimantan Timur, 2 dokter di Kepulauan Riau, 2 dokter di Yogyakarta, 1 dokter di Papua Barat, 1 dokter di Nusa Tenggara Barat, 1 dokter di Banten, 1 dokter di Aceh dan 1 dokter di Riau.

(mel/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK