Luhut Sebut Jokowi Masih Bisa Ubah Keputusan soal Pilkada

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 01:43 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menyebut Jokowi masih bisa ubah keputusannya dalam menyelenggarakan Pilkada langsung pada 2020 ini. Luhut Panjaitan menyebut Jokowi masih bisa mengubah keputusannya terkait penyelenggaraan Pilkada. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut keputusan melanjutkan Pilkada Serentak 2020 belum final. Kata dia, bisa saja di masa depan Presiden Joko Widodo mengubah keputusannya untuk melaksanakan Pilkada secara langsung.

Terutama, bila hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan pelaksanaan Pilkada yang dilaksanakan di tengah virus corona lebih banyak bahayanya ketimbang untungnya. 

"Apakah sudah pasti keputusan presiden begini, bisa saja besok tiba-tiba setelah evaluasi, laporan dari kami semua, tiba-tiba membuat keputusan lain," kata Luhut saat berbincang di Program Mata Najwa yang ditayangkan di Trans7, Rabu (23/9) malam.


Sebagai presiden, Jokowi kata Luhut memiliki hak konstitusi yang lebih tinggi untuk mengubah sebuah keputusan yang telah dia ambil. Dia pun meminta masyarakat tak berandai-andai terkait apapun yang terjadi saat ini.

Yang jelas, sepanjang keputusan untuk menggelar Pilkada Serentak 2020, pemerintah kata Luhut selalu memperhatikan keselamatan warga. Jika di masa depan ada kenaikan tren berkaitan dengan covid-19 ini, Jokowi tentu akan segera mengambil keputusan.

"Sepanjang itu nanti, kita kan belum lihat sekarang ini. Kita lihat, kalau ada kelihatan tren begini, presiden tadi itu adalah manusia yang punya hati. Saya ulangi presiden itu tidak lebih peka hatinya," kata dia.

"Dalam konteks menyangkut keselamatan rakyatnya, beliau sangat bertanggung jawab, saya jamin sama anda," kata dia.

(tst/agt)

[Gambas:Video CNN]