Hadi Pranoto Mengaku Gula Darah Tinggi, Pemeriksaan Ditunda

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 18:25 WIB
Polisi menyebut pada pemeriksaan Rabu (23/9), Hadi mengaku gula darahnya tinggi dan tidak bisa melanjutkan proses pemeriksaan. Peneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi mencegah COVID-19, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2020). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hadi Pranoto kembali tak merampungkan pemeriksaan terkait kasus dugaan berita bohong atau hoaks tentang obat herbal Covid-19.

Hadi diketahui memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan selaku terlapor, Rabu (23/9). Ini merupakan pemeriksaan lanjutan, sebab Hadi tak menyelesaikan pemeriksaan pada 8 September lalu.

"Di tengah-tengah pemeriksaan yang bersangkutan menyampaikan bahwa kesehatannya menurun, dan gula darahnya tinggi. Itu penyampaian daripada saudara HP dengan pengacaranya sehingga kita lakukan penundaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Kamis (24/9).


Yusri menuturkan Hadi menjalani pemeriksaan sejak pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB. Setelahnya, karena merasa kondisi kesehatannya menurun, Hadi minta pemeriksaan dihentikan. Yusri mengatakan saat ini penyidik masih berkoordinasi dengan pengacara Hadi untuk menentukan jadwal pemeriksaan lanjutan.

"Kita akan jadwalkan kembali nanti dengan berkoordinasi dengan pengacaranya," ujarnya.

Sementara itu, pengacara Hadi, Tonin Tachta Singarimbun menyampaikan dalam pemeriksaan kemarin penyidik meminta keterangan ihwal obat herbal yang dibuat oleh kliennya.

"Itu kan mau dikupas satu per satu apakah betul obat itu herbal atau obat, herbal itu sudah dikonsumsi di mana aja, yang konsumsi gimana mati atau hidup, kurang lebih begitu," tuturnya.

Hadi Pranoto diketahui dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia terkait video klaim obat herbal corona. Selain Hadi, musisi Erdian Aji Prihartanto juga turut dilaporkan.

Laporan ini teregister dengan nomor LP/4358/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 3 Agustus 2020. Saat ini, laporan telah naik ke tingkat penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara.

Penyidik telah meminta keterangan Hadi dan Anji selaku terlapor. Selain itu, sejumlah saksi ahli juga telah dimintai keterangan, antara lain ahli sosiologi hukum dan ahli hukum pidana.

(dis/ain)

[Gambas:Video CNN]