Pimpinan KPK Mengaku Kehilangan Febri Diansyah

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 23:23 WIB
Pimpinan KPK Nurul Ghufron mengaku lembaganya telah kehilangan Febri Diansyah yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari komisi antirasuah tersebut. Pimpinan KPK Nurul Ghufron mengaku merasa kehilangan atas hengkangnya Febri Diansyah dari KPK. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan lembaganya telah kehilangan Febri Diansyah. Ia berujar Kepala Biro Humas KPK itu merupakan salah seorang sosok yang turut membesarkan nama lembaga dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Saya merasa kehilangan dan KPK sebenarnya juga merasa kehilangan. Karena bagaimana pun mas Febri bagian dari KPK yang telah turut mengawal dan membesarkan KPK," kata Ghufron dalam pesan tertulis, Kamis (24/9).

Meski kehilangan, Ghufron menghormati keputusan yang dibuat oleh Febri. Ia berharap yang bersangkutan terus mengawal kerja KPK dalam memberantas korupsi meskipun dari luar.


"Kami menghormati keputusannya dan saya tetap berharap walaupun yang bersangkutan di luar KPK akan tetap bersatu di titik pemberantasan korupsi di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPK periode 2015-2019 Laode M. Syarif menyesalkan pengunduran diri Febri. Menurut dia, Febri merupakan wajah terdepan lembaga dalam lima tahun terakhir.

"Pengunduran diri Febri Diansyah dari KPK perlu disesalkan karena dia merupakan salah satu aset KPK yang penting dalam menjaga marwah dan martabat KPK," imbuh Laode.

Febri Diansyah memutuskan mengundurkan diri dari KPK. Pengunduran diri dilayangkan melalui surat tertanggal 18 September yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa.

Ia mengungkapkan pengunduran diri dilakukannya karena kondisi politik dan hukum berubah dalam waktu 11 bulan terakhir atau setelah UU KPK direvisi.

"Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," kata Febri dalam surat pengajuan dirinya.

Ia mengatakan setelah mundur dari KPK akan membuat kantor hukum publik yang bergerak di bidang antikorupsi dan perlindungan konsumen.

(ryn/agt)

[Gambas:Video CNN]