Tata Cara Pasien Covid-19 Isolasi di RSD Wisma Atlet

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 11:37 WIB
Pasien Covid-19 tanpa gejala maupun yang bergejala dapat menjalani perawatan atau isolasi mandiri di RS Darurat Wisma Atlet jika mengantongi rujukan puskesmas. Kamar perawatan pasien Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan tata cara pasien Covid-19 baik tanpa gejala maupun bergejala untuk dapat menjalani isolasi mandiri di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet.

Pasien Covid-19 baik bergejala ringan atau tanpa gejala harus mendapatkan rujukan dari puskesmas setempat untuk melakukan isolasi mandiri di RSD Wisma Atlet.

Beberapa prasyarat yang dibutuhkan untuk mendapat rujukan adalah terbukti sebagai pasien Covid-19 dengan swab tes positif, serta tidak mampu melakukan isolasi mandiri karena keterbatasan tempat tinggal dan lingkungan.


Tempat tinggal yang ideal untuk isolasi mandiri di rumah harus memiliki luas yang memungkinkan untuk menjaga jarak minimal dua meter dengan orang rumah. Jika terdapat orang yang rentan tertular seperti orang dengan komorbid, lansia, dan anak-anak, maka sebaiknya isolasi tidak dilakukan di rumah.

"Akan ada skrining dari teman-teman puskesmas, meninjau rumahnya untuk isolasi apa bisa dilakukan isolasi di rumah, karena harus ada jarak, pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik," ujarnya dalam dialog 'Prosedur Isolasi OTG Covid-19 Mudah atau Sulit' di kanal YouTube BNPB, Kamis (24/9).

Selanjutnya, petugas puskesmas akan berkoordinasi dengan RT/RW setempat untuk melakukan pendataan pasien Covid-19. Apabila tidak memungkinkan isolasi mandiri di rumah, maka pasien akan mendapat rujukan ke RSD Wisma Atlet Flat Kemayoran.

Petugas puskesmas selanjutnya akan berkoordinasi dengan RSD Wisma Atlet untuk mempersiapkan ruangan. Proses pendaftaran ke Wisma Atlet dilakukan oleh petugas puskesmas menggunakan sistem daring sehingga diharapkan akan mempercepat koordinasi satu sama lain.

Setelah mendapatkan rujukan dan puskesmas telah mendaftarkan pasien, maka puskemas akan menyiapkan transportasi berupa ambulans atau bus yang dipersiapkan untuk mengantar pasien tanpa gejala.

Widyastuti mengatakan, telah memodifikasi beberapa bus miliki Dishub DKI Jakarta untuk membawa pasien Covid-19 ke RSD Wisma Atlet. Setiap kali keberangkatan, bus dan ambulans didesinfeksi sehingga tetap steril ketika akan digunakan.

"Kami juga punya ambulans yang sifatnya seperti bis yang kapasitasnya 25 orang, kami juga sudah koordinasi dengan Dishub memodifikasi beberapa mobil sekolah untuk armada, tentu petugasnya sudah terlatih dam memakai APD," ucapnya.

Setelah tiba di RSD Wisma Atlet, pasien akan menjalani assesment di gerbang masuk untuk diarahkan ke tempat isolasi. Pasien bergejala ringan-sedang akan diarahkan menempati tower 6 dan 7, sementara pasien tanpa gejala menempati tower 4 dan 5.

Catatan pasien RSD Wisma Atlet tower 6 dan 7 sebanyak 2.407 orang, per Jumat (25/9). Dua tower ini diperuntukkan pasien bergejala ringan-sedang. Sementara untuk pasien tanpa gejala di tower 4 dan 5 telah terisi 1.954 orang.

(mel/wis)

[Gambas:Video CNN]