Update Corona 28 September: 278.722 Positif, 10.473 Meninggal

CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 15:26 WIB
Kasus positif virus corona di Indonesia terus bertambah dari hari ke hari. Per Senin (28/9), kasus positif telah mencapai 278 ribu lebih. Kasus positif Covid-19 di Indonesia per Senin (28/9), mencapai 278 ribu lebih. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia pada Senin (28/9) mencapai 278.722 orang. Angka tersebut bertambah sebanyak 3.509 kasus dari hari sebelumnya.

Dari jumlah itu, sebanyak 206.870 orang dinyatakan sembuh dan 10.473 orang meninggal dunia. Data tersebut dihimpun Kementerian Kesehatan per pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data Kemenkes, pasien sembuh bertambah 3.856 orang dan pasien meninggal bertambah 87 orang. Sementara jumlah suspek Covid-19 per hari ini mencapai 131.361 orang dan spesimen yang diperiksa 32.189 spesimen.


Kemarin, Minggu (27/9), kasus positif Covid-19 mencapai 275.213 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 203.014 orang dinyatakan sembuh dan 10.386 orang meninggal dunia.

Kasus konfirmasi positif Covid-19 pecah rekor dalam tiga hari berturut-turut, yakni 23-25 September. Kasus positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir juga telah bertambah di atas 4.000 kasus per hari.

Berdasarkan grafik pada laman https://covid19.go.id/peta-sebaran, kasus Covid-19 menembus angka 4.000 orang pertama kali pada 19 September yakni 4.168 kasus.

Infografis Jenis Masker Mana yang Lebih Efektif untuk Cegah Corona?Foto: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis Jenis Masker Mana yang Lebih Efektif untuk Cegah Corona?

DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang memiliki kasus positif Covid-19 terbanyak secara kumulatif. Sementara Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus kematian pasien Covid-19 tertinggi di seluruh Indonesia.

Untuk menekan laju penyebaran positif Covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong penerapan intervensi berbasis lokal. Menurut Jokowi penerapan mini lockdown atau karantina wilayah terbatas akan lebih efektif ketimbang di seluruh wilayah.

"Jangan sampai kita generalisir satu kota, satu kabupaten, apalagi satu provinsi. Ini akan merugikan banyak orang," kata Jokowi.

Mantan wali kota Solo itu pun memerintahkan jajarannya membuat perencanaan produksi vaksin Covid-19 dalam waktu dua minggu ke depan. Ia meminta perencanaan itu disusun secara terperinci agar saat pelaksanaan dapat berjalan lancar.

(tim/fra)

[Gambas:Video CNN]