Mahfud Minta Bupati Intan Jaya Pulang Kendalikan Wilayah

CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 20:43 WIB
Mahfud belum mengetahui keberadaan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni. Ia mengaku segera mencari tahu lokasi Natalis yang mengendalikan wilayah dari luar. Menko Polhukam Mahfud MD meminta Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni pulang ke wilayahnya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD meminta Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni pulang untuk mengendalikan wilayahnya setelah terjadi gejolak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Mahfud menyebut Natalis saat ini tak berada di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Bahkan, Natalis sudah tak dilokasi sejak kontak senjata antara TNI dengan TPNPB-OPM hingga menewaskan pendeta Yeremia Zanambani.

"Kita mengimbau pemerintah dalam hal ini bupati supaya mengendalikan Intan Jaya itu secara langsung. Jangan dikendalikan dari luar," kata Mahfud saat menggelar konferensi pers secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, Kamis (1/10).


Mahfud belum mengetahui keberadaan Natalis saat ini. Ia mengaku segera mencari tahu lokasi Natalis mengendalikan pemerintahannya dari luar wilayah Kabupaten Intan Jaya.

"Nanti kita cek, dan kita minta agar di sana secara langsung," kata dia.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu mengklaim saat ini situasi di Intan Jaya telah berangsur terkendali. Menurutnya, gejolak yang kemarin terjadi tak terlepas dari agenda sidang umum PBB beberapa waktu lalu.

"Sampai sekarang juga tidak ada lagi dan semua terkendali. Berjalan dengan baik. Aparat sedang melakukan penyelidikan-penyelidikan terhadap kasus itu, aparat penegak hukum sedang berproses hukumnya," ujarnya.

Sebelumnya, kontak senjata antara TNI/Polri dan kelompok TPNPB-OPM terjadi di wilayah Kabupaten Intan Jaya. Seorang pendeta, Yeremia Zanambani menjadi korban.

TNI dan Polri menuding kelompok OPM yang menembak Yeremia, sementara TPNPB-OPM menyebut anggota TNI lah yang menembak pendeta tersebut hingga tewas. Atas insiden itu, Kantor Staf Presiden membentuk tim investigasi.

Selain itu, kontak tembak juga terjadi di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya. Dalam video yang beredar di media sosial, kontak tembak terjadi saat warga tengah menurunkan barang dari pesawat untuk dimasukkan ke dalam sebuah truk.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menduga insiden ini masih berkaitan dengan serangkaian kekerasan yang terjadi di Intan Jaya, Papua beberapa waktu belakangan. Sepanjang bulan September, tercatat setidaknya ada empat insiden penembakan yang terjadi di Intan Jaya.

(tst/fra)

[Gambas:Video CNN]