Demo Omnibus Law, 12 Buruh di Tangerang Reaktif Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 09/10/2020 04:49 WIB
Sebanyak 12 buruh yang mengikuti demo Omnibus Law di Tangerang reaktif Covid-19 usai rapid test meksi tanpa gejala. Ilustrasi demo buruh tolak Omnibus Law Ciptaker. (Foto: CNN Indonesia/Damar Iradat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 12 buruh yang melakukan aksi demonstrasi Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, Banten, dinyatakan reaktif Virus Corona (Covid-19).

Temuan itu berasal dari hasil pemeriksaan cepat massal atau rapid test terhadap 96 buruh yang turun ke jalan pada Selasa (6/9).

Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Tangerang menyatakan kondisi 12 buruh itu tanpa gejala klinis atau orang tanpa gejala (OTG).


"Kita lakukan rapid test kepada buruh pada hari Selasa 6 Oktober, dari 96 orang yang reaktif 12 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (8/10).

Sebagai upaya lanjut, 12 orang itu kemudian menjalani pemeriksaan yang lebih akurat dengan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) atau swab di Rumah Sakit Hermina Bitung Tangerang, Rabu (7/10) kemarin.

Untuk sementara para buruh saat ini isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Selain itu, pihaknya juga melakukan rapid test kepada 25 orang pedemo pada hari ini. Hasinya dinyatakan non-reaktif covid-19.

"Rabu di-swab di RS Hermina dan hasil keluar 3 sampai dengan 5 hari, jadi sementara masih isolasi mandiri," kata dia.

Hendra menjelaskan, sejauh ini Dinas Kesehatan setempat berkoordinasi dengan aparat keamanan dan ikut memantau demonstrasi.

Sementara para tenaga kesehatan bersiaga di lapangan untuk mengambil sampel dari pedemo secara random di tempat kejadian.

Terpisah, Kapolres Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut Polri sudah secara tegas membuat larangan demo di masa pandemi. Ia juga tidak tahu kapan larangan demo tersebut berakhir karena pandemi covid-19 masih berlangsung di Indonesia.

Aturan larangan itu sebelumnya juga sudah ditetapkan lewat penerbitan Surat Telegram Rahasia (STR) Nomor STR/645/X/PAM.3.2./2020 terkait pelarangan demonstrasi dan mogok kerja dalam rangka menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

"Rapid test dan upaya-upaya ini akan terus kita lakukan di masa pandemi ini, sekali lagi berkerumun itu tidak disarankan," kata Ade dikutip dari siaran CNNIndonesia TV.

Di Jakarta, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap ada 10 pedemo di depan Istana Negara yang reaktif covid-19.

Sementara Kapolres Jakarta Barat Audie Latuheru sebelumnya juga mengungkap dua orang dari 89 remaja yang bakal ikut aksi demo di depan DPR kemarin positif Covid-19 berdasarkan hasil swab.

Diketahui, rapid test sendiri memiliki tingkat akurasi yang rendah bila dibandingkan tes usap atau swab. Status konfirmasi positif Covid-19 pun bukan ditentukan oleh rapid test.

(khr/pris)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK