Wapres Sebut MUI Terlibat dalam Penanganan Covid-19

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 19:04 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan umat Islam tak perlu khawatir soal kesesuaian syariat Islam dalam berbagai protokol penanganan Covid-19. Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan umat Islam tak perlu khawatir soal kesesuaian syariat Islam dalam berbagai protokol penanganan Covid-19. (Foto: dok. Istimewa/Setwapres RI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19. Umat Islam tak perlu khawatir soal kesesuaian syariat Islam dalam berbagai protokol penanganan Covid-19.

Ia menyebut, selama ini fatwa MUI banyak menjadi acuan, seperti dalam ibadah salat Jumat, salat Idul Fitri, Idul Adha, dan pembayaran zakat yang dapat dipergunakan penanggulangan pandemi, termasuk tata cara beribadah bagi tenaga medis yang menggunakan baju hazmat.

"Karena mereka tidak mudah membuka bajunya, bagaimana sulitnya melakukan salat seperti biasa, melakukan ruku, sujud dengan sempurna. Itu (dari MUI) ada panduannya," kata Ma'ruf dalam dialog dengan Juru Bicara #SatgasCovid-19 Reisa Broto Asmoro, Jumat (16/10) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.


Acuan itu, menurut Ma'ruf, merupakan bukti fatwa MUI menjadi rujukan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk mengutamakan keselamatan rakyat.

"Untuk vaksin, saya sudah minta (MUI) dilibatkan dari mulai perencanaan, pengadaan vaksin, kemudian pertimbangan kehalalan vaksin, audit di pabrik vaksin termasuk kunjungan ke fasilitas vaksin di RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Kemudian juga terus mensosialisasikan ke masyarakat dalam rangka vaksinasi," ujarnya.

Ma'ruf menekankan bahwa vaksin yang akan diberikan ke masyarakat harus mengantongi sertifikat halal dari lembaga yang memiliki otoritas, dalam hal ini adalah MUI. "Tetapi kalau tidak halal, namun tidak ada solusi selain vaksin tersebut, maka dalam situasi darurat bisa digunakan dengan penetapan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, Ma'ruf berpesan agar masyarakat tetap istiqomah dan tidak boleh menyerah dalam menegakkan protokol kesehatan. Kepada para petugas, ia meminta agar sosialisasi dilakukan secara masif, berikut edukasi tentang upaya pemerintah. Ia berharap pendekatan dilakukan dengan baik, terutama di daerah-daerah sumber penularan.

Sosialisasi tersebut antara lain mengenai pelaksanaan protokol kesehatan yang terdiri atas #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan pakai sabun, serta #jagajarak dan hindari kerumunan.

(rea)