Tersangka Pembunuh Bocah Rangga di Aceh Meninggal di Tahanan

CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 12:58 WIB
Tersangka kasus pembunuhan pada bocah bernama Rangga di Aceh diduga meninggal di tahanan Polres Langsa karena gangguan pernafasan. Foto ilustrasi. (Istockphoto/Nito100)
Banda Aceh, CNN Indonesia --

Tersangka kasus pembunuhan pada bocah bernama Rangga di Birem Bayeun, Aceh Timur, Aceh, Samsul Bahri (41 tahun) meninggal saat mendekam di tahanan Polres Langsa, Sabtu (17/10) malam.

Tersangka membunuh bocah 9 tahun tersebut, Sabtu (10/10) pekan lalu, karena menghalangi aksinya untuk memperkosa ibu korban, DN. Usai dibunuh, jasad Rangga dibuang ke sebuah sungai.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Langsa Inspektur Satu Arief Sukmo Wiboeo mengatakan, Samsul meninggal karena gangguan pernafasan.


"Benar. Dikarenakan dugaan sakit sesak sehari sebelum tersangka meninggal dunia," kata Arief saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Minggu (18/10).

Samsul sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh sesak nafas pada Sabtu dini hari. Setelah dilakukan perawatan intensif, ia diperbolehkan kembali ke tahanan Polres Langsa pada pagi harinya.

Namun pada Sabtu malam sekitar Pukul 23.30 WIB, Samsul kembali mengeluhkan sesak nafas. Saat hendak dibawa ke rumah sakit, Samsul sudah meninggal.

"Petugas langsung membawa tersangka ke RS dan dinyatakan tersangka telah meninggal dunia," kata Arief.

Kejadian nahas pembunuhan Rangga terjadi pekan lalu saat tersangka yang berbekal senjata tajam masuk ke kediaman Rangga dan ibunya untuk melakukan aksi perkosaan.

Ibu Rangga yang terbangun saat itu meminta Rangga untuk kabur. Namun Rangga memilih untuk tak lari. Ia berteriak dan berusaha menghalangi tersangka.

Tersangka kemudian menganiaya Rangga dengan senjata tajam yang dibawanya hingga tewas. Ibu Rangga, DN juga diperkosa pelaku.

Jasad rangga kemudian dibuang korban ke sungai. Tersangka Samsul Bahri ditangkap sehari kemudian di kediamannya.

(dra/sur)

[Gambas:Video CNN]