Polda-Dinkes Koordinasi Cegah Ambulans Pasok Batu Pedemo

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 12:31 WIB
Polisi berkoordinasi dengan Dinkes DKI untuk mendata ambulans demi mencegah penggunaan kendaraan pasien itu untuk mengangku batu bagi pedemo ricuh. Ilustrasi ambulans. (Foto: Idhad Zakaria)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mendata ambulans yang akan diterjunkan dalam aksi demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja, Selasa (20/10) hari ini. Pendataan dilakukan untuk mengantisipasi mobil ambulans kembali dimanfaatkan oleh massa perusuh saat aksi demo.

"Kami sudah koordinasi dari Dinas Kesehatan DKI untuk bisa mendata ambulans-ambulans yang ada, mengontrol membantu kita," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (20/10).

Pihaknya akan menindak tegas jika ada ambulans yang dimanfaatkan untuk melakukan kerusuhan, baik untuk mengangkut massa perusuh atau membawa logistik bagi perusuh.


"Kalau di balik itu ada kamuflase malah menyiapkan batu-batu untuk pendemo, kami akan tindak tegas," ujarnya.

Lebih lanjut, Yusri mengapresiasi kepada pihak-pihak yang menyiapkan ambulans dan para relawan yang terjun saat demo untuk aksi kemanusian.

"Kalau memang untuk kemanusiaan kami mendukung," ucap Yusri.

Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan ambulans dikejar sepasukan Brimob tersebar saat aksi demo 1310 yang menolak Omnibus Law, Selasa (13/10) lalu.

Ambulans itu disebut berusaha kabur saat akan dihentikan aparat. Bahkan, ambulans itu sempat nyaris menabrak aparat.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa ambulans itu membawa batu dan logistik untuk para pedemo. Dalam kasus ini, polisi telah menangkap 11 orang relawan.

Kekinian, kasus ini telah ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mencari konstruksi pasal yang tepat dalam kasus ini.

(dis/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK