Corona 20 Oktober: Positif Bertambah 3.602, Total 368.842

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 15:36 WIB
Kasus positif (Covid-19) di Indonesia secara kumulatif kini mencapai 368.842 per Selasa (20/10) sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret lalu. Seorang tenaga medis memakai alat pelindung diri (APD). (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus positif (Covid-19) di Indonesia secara kumulatif kini mencapai 368.842 per Selasa (20/10) sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret lalu. Dari catatan Satgas Penanganan Covid-19 per hari ini ada tambahan 3.602 kasus positif.

Di antara akumulasi kasus positif Covid-19 itu sebanyak 293.653 sembuh atau 79,6 persen (bertambah 4.410) dan 12.734 meninggal atai 16,9 persen (bertambah 117).

Berdasarkan data Satgas Covid-19 yang diakses dari https://covid19.go.id/peta-sebaran per 15.33 WIB Selasa siang setidaknya ada 162.740 suspek. Selain itu, dalam 24 jam terakhir ada 31.029 spesimen diperiksa.


Sebelumnya, per Senin (19/10) akumulasi Covid-19 di Indonesia adalah 365.240. Dari jumlah kumulatif positif Covid-19 itu sebanyak 289.243 sembuh dan 12.617 meninggal.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya memperbaiki komunikasi publik terkait rencana pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Ia tak ingin masyarakat salah persepsi terkait vaksinasi dan bisa menimbulkan reaksi masyarakat yang tak diinginkan.

"Hati-hati disiapkan betul, siapa yang gratis dan siapa yang mandiri dijelaskan betul, harus detail. Jangan sampai nanti dihantam isu, diplintir kemudian kejadiannya bisa masyarakat demo lagi," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (19/10).

Mantan wali kota Solo itu menyatakan vaksin Covid-19 gratis bakal diurus Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Sementara itu, vaksin mandiri atau berbayar menjadi tanggung jawab BUMN.

Terkait rencana vaksinasi tersebut, Pemerintah Jawa Barat akan melakukan simulasi di Kota Depok, yang rencananya digelar pada pekan ini.

"Minggu ini ada rencana kami melakukan simulasi persiapan penyuntikan vaksin di Depok, kemungkinan Kamis," kata Emil dalam jumpa pers virtual, Senin (19/10).

Dia mengatakan kegiatan simulasi penyuntikan vaksin dilakukan sebagai respons persiapan gelombang pertama vaksin Covid-19 sebanyak 9,1 juta ke RI. Vaksin tersebut diprioritaskan ke daerah yang menjadi episentrum tinggi yaitu kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Sehingga Jawa Barat mengajukan kurang lebih tiga juta vaksin untuk daerah Bodebek dan akan kita simulasikan kesiapan," ujar Emil. Mantan Wali Kota Bandung itu juga mengaku akan melihat kesiapan Bodebek dalam simulasi nanti. Sebab, baru ada sekitar 1.000 tenaga penyuntik vaksin yang sudah terlatih.

(kid/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK