Tito Bahas Libur Panjang Akhir Oktober Bareng Kepala Daerah

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 08:14 WIB
Tito Karnavian mengimbau masyarakat yang tinggal di zona merah Covid-19, seperti Jakarta tak pergi ke luar kota saat libur panjang akhir Oktober. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian akan menggelar rapat dengan kepala daerah membahas libur panjang akhir Oktober. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bakal menggelar rapat dengan sejumlah kepala daerah mengantisipasi pergerakan warga saat libur panjang akhir pekan, 28 Oktober sampai 1 November 2020 pada hari ini.

"Besok (hari ini) kita akan melakukan video conference dengan kepala daerah, khusus membahas masalah antisipasi libur panjang ini," kata Tito dalam konferensi daring di YouTube KPK, Selasa (20/10).

Tito tetap meminta masyarakat, terutama yang tinggal di zona merah penyebaran Covid-19 tak bepergian ke luar kota. Ia juga mengingatkan potensi cuaca yang memburuk seperti diprediksi BMKG saat libur panjang akhir Oktober nanti.


Mengutip BMKG, kata Tito, beberapa wilayah di Indonesia akan masuk puncak musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor hingga Oktober mendatang.

"Kita menghimbau kepada masyarakat terutama di daerah merah seperti Jakarta ini, tolonglah kalau bisa berlibur di sini saja, enggak usah pulang kampung," ujarnya.

Meskipun demikian, mantan kapolri itu meminta warga yang terpaksa harus ke luar kota karena urusan mendesak terlebih dahulu melakukan tes swab atau rapid. Tito tak ingin warga yang berpergian saat libur panjang menularkan virus ke masyarakat lainnya.

Selain itu, Tito mendorong pemerintah daerah membuat sistem pertahanan agar wilayahnya tak menjadi lokasi penularan virus. Ia juga meminta pemerintah setempat memastikan warga yang datang sudah melakukan tes swab atau rapid.

"Syukur mereka bisa menunjukkan suratnya. Kalau belum dites, ya sebaiknya kan keluarganya mendorong. Tapi ya kita enggak sarankan pulang kampung. Kita sarankan ya, berlibur di tempat masing-masing," katanya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan tak membatalkan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 dan 30 Oktober. Maulid Nabi jatuh pada 29 Oktober. Sementara 31 Oktober dan 1 November merupakan hari Sabtu dan Minggu.

Dengan demikian ada libur panjang selama 5 hari, mulai 28 Oktober sampai 1 November.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya mengantisipasi libur panjang akhir bulan ini agar tak terjadi lonjakan kasus positif virus corona (Covid-19). Menurutnya, terjadi lonjakan kasus Covid-19 selepas libur panjang satu setengah bulan yang lalu.

"Sebab itu ini perlu kita bicarakan, agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama jangan sampai berdampak kenaikan kasus Covid," kata Jokowi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga khawatir libur panjang akhir Oktober berpotensi menimbulkan penyebaran Covid-19 klaster keluarga. Potensi itu ia buat berdasarkan analisa lonjakan penyebaran Covid-19 saat libur panjang pada Agustus lalu.

(thr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK