SATU TAHUN JOKOWI-MA'RUF

Tumpah Ruah Demo Omnibus Law Warnai Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 07:26 WIB
Aksi menolak Omnibus Law Ciptaker yang bertepatan dengan satu tahun Jokowi-Ma'aruf di sejumlah daerah berjalan kondusif, meski terjadi penangkapan di Jakarta. Aksi demo menolak Omnibus Law Ciptaker bertepatan dengan satu tahun Jokowi-Ma'aruf berlansung di sejumlah daerah kemarin, Selasa (20/10). Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rangkaian demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin terjadi di sejumlah daerah, Selasa (20/10) kemarin.

Elemen buruh dan mahasiswa bersatu turun ke jalan menuntut Jokowi membatalkan UU Ciptaker dengan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

Di Jakarta, aksi terpusat di Patung Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat. Massa sebenarnya berniat menyampaikan orasi di seberang Istana Negara. Namun, mereka terhalang blokade aparat keamanan.


Mahasiswa dari berbagai universitas yang tergabung dalam BEM SI berbaur dengan Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK).

Dalam aksi kemarin, GEBRAK menyerukan masyarakat untuk melakukan pembangkangan sipil terhadap UU Cipta Kerja. Mereka juga mengajak masyarakat turun ke jalan secara damai dan lantang untuk memberikan tekanan politik kepada pemerintah.

Dengan tekanan itu, diharapkan Jokowi mengeluarkan perppu membatalkan UU yang disahkan oleh DPR pada 5 Oktober lalu.

Sebanyak 10.587 pasukan gabungan TNI-Polri diterjunkan untuk mengawal demo yang bertepatan dengan satu tahun Jokowi-Ma'ruf. Mahasiswa dan buruh pun berangsur bubar saat sore hari. Aksi kali ini berjalan damai.

Mahasiswa akan kembali turun ke jalan pada hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang. Aksi tetap membawa tuntutan agar Jokowi mencabut UU Ciptaker.

Namun, massa yang tak memakai almamater terlihat melakukan sejumlah provokasi selepas mahasiswa dan buruh meninggalkan lokasi. Bahkan, mereka berupaya menembus barikade polisi yang menyekat Jalan Medan Merdeka Barat.

Mereka melempar botol air mineral hingga batu ke arah polisi. Namun insiden tersebut tak berlangsung lama, hingga kemudian massa berhasil dibubarkan prajurit Marinir TNI AL sekitar pukul 18.00 WIB.

Meskipun aksi berjalan aman, aparat kepolisian menangkap puluhan pemuda yang hendak bergabung dalam demo kemarin. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan sebanyak 33 orang diamankan. Nana tak mau pihaknya disebut menangkap.

"Sampai saat ini ada sekitar 33 orang yang kami amankan. Ini kami amankan, bukan kami tangkap," kata Nana kepada wartawan di sekitar lokasi demonstrasi di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Selasa (20/10).

Di Daerah Kondusif

Aksi tolak Omnibus Law bertepatan dengan satu tahun Jokowi-Ma'ruf juga terjadi di Kota Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya.

Di Bandung, massa buruh dan mahasiswa dari berbagai organisasi dan serikat pekerja pabrik memusatkan aksi di perempatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Massa pun memenuhi ruas Jalan Raya Rancaekek yang mengarah ke Cileunyi. Massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Membatalkan Omnibus Law (Formo) itu sempat menutup arus lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Garut.

Sementara itu, massa dari elemen buruh, petani, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Jawa Timur melakukan aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (20/10) sore.

Sedangkan di Yogyakarta, massa yang didominasi oleh mahasiswa memadati perempatan Wisdom Park Universitas Gadjah Mada (UGM). Aksi dimulai dengan longmarch sambil bergandengan tangan dan menyerukan yel-yel seperti 'no justice, no peace'.

Serupa, di Semarang, aksi demo menolak omnibus law UU Ciptaker yang diinisiasi elemen buruh dan mahasiswa berlangsung di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah.

Keseluruhan aksi tolak Omnibus Law yang bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf berjalan kondusif dan tak menimbulkan kericuhan. Tak terjadi pula perusakan fasilitas umum seperti yang sempat terjadi pada demo (8/10) lalu.

Buruh dan mahasiswa berencana melakukan aksi tiga hari berturut-turut hingga hingga 22 Oktober besok.

(khr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK