8.000 Pasukan Polri-TNI Diterjunkan Kawal Demo di Jakarta

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 10:27 WIB
Selain itu, pihak keamanan juga menyiagakan 7.000 pasukan cadangan yang disebar di kawasan Monas dan Gedung MPR/DPR, Senayan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 8.000 personel gabungan Polri dan TNI diterjunkan untuk mengamankan demo menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Kamis (22/10).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan ribuan pasukan disiagakan untuk mengawal aksi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan kelompok mahasiswa lainnya, hari ini.

"8.000 personel gabungan yang kita siapkan di Patung Kuda ya, di titik-titik kedatangan massa," kata Yusri saat dihubungi, Kamis (22/10).


Yusri mengatakan pihaknya juga menyiapkan 7.000 pasukan cadangan untuk mengamankan demo hari ini. Ribuan pasukan cadangan itu disiagakan di Monas dan Gedung DPR.

"Artinya kalau nanti diperlukan adanya kekuatan tambahan itu yang kita turunkan," ujarnya.

Yusri menyebut demo hari ini tetap dipusatkan di sekitar kawasan Patung Kuda. Ia mengklaim aparat keamanan tetap mengedepankan tindakan persuasif dan humanis.

Di sisi lain, Yusri mengimbau massa melakukan aksi secara damai. Ia pun mengingatkan massa tak terprovokasi kelompok yang berencana membuat rusuh dalam aksi nanti.

Menurut Yusri, aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba membuat kerusuhan dalam demo hari ini.

"Para anarkis-anarkis yang nantinya terbukti melakukan perusakan nanti akan kita tindak tegas. Intinya kita dari kepolisian siap mengamankan seperti biasa," katanya.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Istana Negara dan Patung Kuda. Masyarakat diimbau menghindari kawasan sekitar Istana dan Jalan MH Thamrin.

(dis/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK