Satgas Covid-19: Persentase Kasus Aktif Terus Menurun

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Sabtu, 24/10/2020 19:05 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 menyebut presentasi kasus aktif terus menurun dari waktu ke waktu, terhitung sejak awal pandemi. Satgas Penanganan Covid-19 menyebut presentasi kasus aktif terus menurun dari waktu ke waktu, terhitung sejak awal pandemi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satgas Penanganan Covid-19 menyebut penurunan kasus aktif Covid-19 terjadi seiring dengan meningkatnya kepatuhan protokol kesehatan. Namun, perkembangan ini masih menyisakan catatan kritis soal 12 kabupaten/kota yang memiliki jumlah kasus aktif di atas 1.000.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara #SatgasCovid19 Wiku Adisasmito menyebut tren penurunan persentase ini terjadi sejak Covid-19 masuk Indonesia. Pada bulan Maret 2020, rata-rata kasus aktif berada di angka 91,26 persen.

Penurunan grafik terlihat lagi pada April 2020 menjadi 81,57 persen, lalu Mei menjadi 71,35 persen, Juni menjadi 57,25 persen, Juli turun menjadi 44,02 persen. Agustus, persentase kasus aktif turun lagi menjadi 28,26 persen, September menjadi 23,74 persen, dan per 22 Oktober 2020 persentase kasus aktif sudah turun lagi di angka 16,8 persen.


"Persentase kasus aktif di Indonesia terus mengalami penurunan sejak awal pandemi," ucap Wiku saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19, Kamis (22/10).

Penurunan persentase dari bulan ke bulan menurut Wiku cukup signifikan dan itu merupakan perkembangan yang sangat baik.

"Kasus aktif dapat ditekan dengan meminimalisir penularan dan seluruh lapisan masyarakat dapat berkontribusi melaksanakan 3M yaitu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan," ujarnya. 

Namun penurunan persentase ini masih menyisakan catatan karena masih ada kabupaten/kota yang memiliki jumlah kasus aktif di atas 1.000. Hingga kini terdapat 12 kabupaten/kota yang menjadi sorotan karena belum menunjukkan peningkatan hasil yang signifikan.

Kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif di atas 1000 per Kamis (22/10):

  • Kab. Bekasi 1.039 kasus
  • Jakarta Pusat 1.211 kasus
  • Jakarta Utara 1.343 kasus
  • Kota Bekasi 1.410 kasus
  • Kab. Bogor 1.484 kasus
  • Kota Depok 1.897 kasus
  • Jakarta Selatan 1.952 kasus
  • Kota Jayapura 1.959 kasus
  • Jakarta Barat 2.023 kasus
  • Jakarta Timur 2.781 kasus
  • Kota Padang 2.816 kasus
  • Kota Pekanbaru 2.909 kasus

Kondisi daerah tersebut sudah bertahan selama berpekan-pekan dengan jumlah kasus aktif yang di atas 1.000 kasus. Kabupaten/ kota ini masuk dalam kategori kota besar yang aktivitas ekonominya padat. Kondisi ini menjadi tantangan pengetatan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan 3M itu adalah #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan, dan #jagajarak hindari kerumunan. 

"Dimohon Pemda dari 12 kabupaten/kota tersebut untuk dapat bekerja keras menekan angka kasus aktif ini dengan secara tegas mengawasi kedisiplinan masyarakatnya dalam melaksanakan protokol kesehatan, utamanya dalam sektor-sektor ekonomi dan sosial yang sudah berjalan," ujar Wiku.

Di samping itu, perkembangan penanganan Covid-19 per 22 Oktober 2020 menunjukkan jumlah kasus aktif sebanyak 63.576 kasus atau atau 16,8 persen dibandingkan rata-rata dunia di angka 21,9 persen.

Jumlah kasus sembuh sudah menembus angka 301.006 kasus atau 79,9 persen dibandingkan rata-rata dunia sebesar 75,1 persen. Kasus meninggal sebanyak 12.959 kasus atau 3,4 persen dibandingkan rata-rata dunia 2,85 persen.

(ayo/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK