Satgas Covid-19: Staycation Bisa Jadi Opsi Libur Panjang

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Sabtu, 24/10/2020 13:05 WIB
Libur panjang akan tiba di akhir Oktober 2020 ini. Satgas Penanganan Covid-19 menyarankan staycation jadi alteranif berlibur aman di masa pandemi Covid-19. Ilustrasi: Libur panjang akan tiba di akhir Oktober 2020 ini. Satgas Penanganan Covid-19 menyarankan staycation jadi alteranif berlibur aman di masa pandemi Covid-19. (Foto: iStock/NelleG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Momen libur panjang yang berlangsung 28 Oktober sampai 1 November 2020 dikhawatirkan memunculkan potensi baru penularan virus Covid-19. Namun, staycation atau berlibur dengan menetap di satu tempat -rumah atau hotel- dinilai dapat menjadi solusi menikmati libur dengan aman.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Reisa Broto Asmoro. Ia pun membagikan tips bagi masyarakat yang hendak menikmati masa libur panjang di tengah masa pandemi ini.

"Staycation (stay vacation) atau berlibur di rumah saja bisa jadi pilihan terbaik," ujar Reisa dikutip dari laman resmi Satgas Covid-19 pada Sabtu (24/10).


Staycation dinilai paling aman karena masyarakat dapat mengendalikan lingkungan tempat tinggal, bahkan dapat melibatkan seluruh anggota keluarga.

Selain itu, staycation bisa dijadikan kesempatan menjalankan protokol kesehatan keluarga yang telah disusun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

"Rumah dibersihkan dan di-disinfeksi secara rutin. Pastikan peredaran udara segar dan lancar dengan membuka ventilasi atau jendela, biarkan sinar matahari masuk," Reisa menuturkan.

Reisa juga menilai bahwa staycation tidak akan kalah seru dibandingkan dengan berlibur di luar rumah. Banyak hal yang dapat dilakukan mulai dari tur virtual ke tempat-tempat wisata seperti museum dan sejenisnya. Bisa juga memanfaatkan internet untuk menonton konser musik, film atau membuat permainan seru bersama anggota keluarga bahkan berolahraga bersama.

"Nah, untuk olahraga ini, kami sudah pernah menyampaikan pedoman dari Kementerian Pemuda dan Olahraga opsi melakukan olahraga di rumah sebagai opsi terbaik. Yoga misalnya, senam atau mempraktekkan tips stretching dan angkat beban," lanjut Reisa.

Namun bila masyarakat memutuskan untuk berolahraga di luar rumah, Reisa meminta untuk memperhatikan intensitasnya.

"Untuk tingkat intensitas ringan disarankan tetap memakai masker dan menjaga jarak aman." ucapnya.

Meski demikian, bagi masyarakat yang tetap memutuskan dengan sangat matang untuk bepergian keluar kota, pemerintah mengingatkan agar memilih moda transportasi yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, seperti maskapai penerbangan atau kereta api.

"Bagi yang memakai transportasi umum, pastikan jadwalnya sudah dipilih dari jauh hari. Agar dapat menjauhi kerumunan atau bahkan antrian panjang. Dalam perjalanan wajib memakai masker, hindari makan atau minum, hindari mengobrol panjang di bus atau kereta," kata Reisa.

Untuk masyarakat yang bepergian dan harus menginap, Reisa mengingatkan agar memilih hotel atau akomodasi yang patuh dan disiplin menerapkan sanitasi dan protokol kesehatan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah meminta destinasi wisata untuk menerapkan prinsip CHSE atau Cleanlines, Health, Safety and Environment sustainability.

"Dengan kata lain bersih, sehat dan aman terutama dari ancaman Covid-19 dan jangan lupa tetap ramah lingkungan," jelas Reisa.

Sementara itu, untuk masyarakat yang tetap bekerja di luar rumah selama masa libur panjang, Reisa meminta agar tetap mengikuti protokol kesehatan atau arahan Satgas Covid-19 tingkat perusahaan. Karyawan yang bepergian ke luar kota diharapkan melapor ke pihak kantor.

Tak lupa, ia kembali menginformasikan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan panduan selama libur panjang dapat berkunjung ke situs resmi pemerintah di alamat covid-19.go.id, atau bisa berkunjung ke situs resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau bisa menelepon ke nomor 119 ekstensi 9 jika memerlukan informasi lebih lanjut.

"Ingat, berlibur itu baik untuk kesehatan psikologis kita. Tetapi, tidak mengurangi tanggung jawab kita melindungi diri dan orang lain dari resiko Covid-19. Sikap bertanggung jawab juga baik untuk kesehatan mental, melindungi diri artinya melindungi orang lain juga dan pada akhirnya melindungi Indonesia," pesan Reisa.

(ang/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK