Penangkapan Gus Nur dan Dugaan Ujaran Kebencian terhadap NU

CNN Indonesia | Minggu, 25/10/2020 10:45 WIB
Gus Nur ditangkap di rumahnya di Malang pada Sabtu (24/10) dini hari karena dugaan ujaran kebencian dan penghinaan. Tapi pengacara keberatan atas prosedur ini. Penceramah Gus Nur telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan ujaran kebencian dan penghinaan. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penceramah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, ditangkap aparat kepolisian di rumahnya di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10) dini hari. Ia lantas ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Penetapan tersangka itu terkait ucapan Gus Nur yang diduga menghina NU, dalam acara diskusi yang tayang di akun Youtube Refly Harun.


"Dini hari tadi Sabtu 24 Oktober 2020 Pukul 00.18 WIB di rumahnya Sawojajar, Kec Pakis, Malang," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono membenarkan.

Dini hari itu juga Gus Nur langsung dibawa ke Bareskrim Polri, Jakarta. Pemeriksaan pun dilakukan setelah sampai Jakarta dengan didampingi kuasa hukum Gus Nur, Andry Ermawan.

Andry menilai penangkapan dan penetapan tersangka terhadap kliennya dilakukan dengan prosedur hukum yang tidak tepat.

Ia mengatakan Gus Nur seharusnya dipanggil dan diperiksa terlebih dahulu sebagai saksi, baru dijemput dan ditetapkan tersangka. Sedangkan kliennya itu selama ini tak pernah diperiksa sebagai saksi.

"Kami akan ambil upaya hukum untuk itu, terkait proses penangkapan, apakah mengacu ke praperadilan atau bagaimana," kata dia.

Penangkapan Gus Nur bermula dari pelaporan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Azis Hakim pada 21 Oktober lalu. Ia diduga mengutarakan ujaran kebencian dalam acara di akun Youtube Refly Harun pada 18 Oktober.

"Gus Nur ini sudah berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap NU, tak hanya sekali ini. Tentu kami berasa tidak boleh kami diamkan, perlu kami mintai pertanggungjawaban Gus Nur," tutur Azis di Mabes Polri, Rabu (21/10).

Dalam video berjudul 'Setengah Jam dengan Gus Nur, Isinya Kritik Pedas Semua', Gus Nur beropini terdapat perubahan pada NU setelah memasuki rezim yang berkuasa sekarang. Penumpang dalam bus tersebut disamakan dengan penganut pemikiran liberal, sekuler dan merupakan PKI.

"NU saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum, yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal, dan penumpangnya kurang ajar," ungkap Gus Nur dalam video tersebut.

Infografis Penghina Jokwoi yang Tersandung UU ITE(Foto: CNN Indonesia/Asfahan Yahsyi)
(fey/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK