Subsidi Internet, Nadiem Klaim Menteri Negara Lain Takjub

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 04:33 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim menyebut banyak menteri negara lain terkejut karena subsidi bisa diberikan pada jutaan orang dalam waktu singkat. Mendikbud Nadiem Makarim mengklaim menteri negara lain terkejut bagaimana dirinya berhasil memberikan subsidi kuota internet pada jutaan pelajar dan pengajar dalam waktu singkat (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengklaim banyak menteri pendidikan di luar negeri yang takjub dengan kebijakannya memberikan subsidi kuota internet gratis untuk membantu pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi virus corona.

"Mereka lihat ini sebagai inovasi dunia di bidang penanganan covid-19. Banyak menteri pendidikan [negara] lain sangat terkejut dan tertarik melihat bagaimana ini program pembagian pulsa," katanya dalam diskusi yang disiarkan akun Youtube Ministry of Finance Republic of Indonesia, Senin (26/10).

Ia mengatakan kebijakan kuota gratis merupakan yang pertama dalam sejarah Indonesia. Penyaluran bantuan sosial berupa internet gratis diberikan ke puluhan juta orang dalam waktu kurang lebih sebulan.


Nadiem pun mengaku senang mendengar antusiasme masyarakat dengan subsidi kuota internet sejauh ini. Ia mengutip salah satu survei yang mengatakan 85 persen masyarakat menilai kuota gratis adalah kebijakan yang tepat di tengah pandemi.

"Tentunya program ini harus selalu kita sempurnakan. Masih ada anak-anak yang belum menerima kuota. Tapi prosesnya jelas, [yang belum terima melaporkan] ke kepala sekolah dan operator untuk koreksi nomor [HP]nya," tuturnya.

Nadiem menjabarkan banyak kebijakan lain yang juga ia upayakan untuk membantu PJJ. Misalnya program Belajar di Rumah di TVRI, modul belajar untuk siswa PAUD dan SD, bantuan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT), sampai pengalihan dana BOS afirmasi dan kinerja untuk sekolah swasta.

Namun dalam hal memerangi krisis pendidikan, Nadiem mengatakan kontribusi masyarakat juga diperlukan. Khususnya peran orang tua sebagai pendamping belajar siswa di rumah. Ia menilai kualitas PJJ paling banyak ditentukan orang tua.

"Perbedaan antara kualitas PJJ yang baik dan tidak baik, faktor terpenting keterlibatan orang tua. Kalau orang tua tidak punya cara berkontribusi di masa pandemi ini, paling tidak beri waktu untuk anak-anak Anda," katanya.

"Saya full time menteri, full time anak tiga. Saya carikan waktu untuk anak-anak saya, untuk membaca, berdiskusi dengan mereka, bermain," lanjut Nadiem.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan kuota internet gratis kepada pelajar dan pengajar untuk menunjang pembelajaran jarak jauh selama pandemi virus corona. Total ada 26.623.776 pelajar yang menerima kuota gratis per bulan September lalu.

Dari total jumlah tersebut, 16.424.143 di antaranya berasal dari enam provinsi di Pulau Jawa. Jumlah tersebut setara 61 persen dari total penerima kuota internet gratis.

Namun, kebijakan tersebut masih mendapat keluhan. Terutama mereka yang belum menerima subsidi internet gratis di sejumlah daerah. Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G)  menyebut ada guru di 19 provinsi yang belum mendapat subsidi internet.

"Kami menerima laporan dari para guru jaringan P2G yang tersebar dari 19 provinsi: Aceh, Sumbar, Kepri, Riau, Sumsel, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTT, Sulut, Sultra, Sulsel, Kaltim, Kalteng, Kalbar, dan Kaltara. Bahwa para siswa dan guru belum dapat bantuan kuota internet bulan September," kata Koordinator P2G Satriwan Salim melalui keterangan tertulis, Senin (26/10).

(fey/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK