Rekayasa Lalin Pelabuhan Merak-Carita saat Libur Panjang

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 12:53 WIB
Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas di Pelabuhan Merak, kawasan Anyer hingga Carita untuk mengantisipasi kepadatan akibat libur panjang akhir Oktober Ilustrasi kepadatan kendaraan di Pelabuhan Merak, Banten. (ANTARA FOTO/Dziki Oktomauliyadi)
Cilegon, CNN Indonesia --

Demi mengantisipasi kepadatan akibat libur panjang terkait cuti bersama pada pekan ini, kepolisian menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di Pelabuhan Merak, kawasan Anyer hingga Carita, Banten.

Rekayasa arus lalu lintas menuju kawasan wisata pantai Anyer hingga Carita sudah disiapkan pihak kepolisian. Bagi warga Jabodetabek, bisa keluar Gerbang Tol (GT) Cilegon Timur, kemudian masuk ke Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon dan keluar di pertigaan Ciwandan.

Jika terjadi kepadatan arus lalu lintas, sistem one way atau satu arah akan diberlakukan. Pagi hari, diutamakan bagi kendaraan yang akan menuju lokasi wisata. Sedangkan sore harinya, diutamakan kendaraan yang akan pulang ke daerah asal.


"Arus wisata, mulai tanggal 29 Oktober hingga 01 November, arus wisata khususnya Anyer Cinangka, kita laksanakan one way, kondisional. Hari ini sudah dimulai operasi zebra kalimaya 2020 hingga 08 November 2020, ada long weekend. Masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan," kata Kasatlantas Polres Cilegon, AKP Ali Rahman saat ditemui di Mapolres Cilegon, Senin (26/10).

Kemudian di Pelabuhan Merak, Satlantas Polres Cilegon menggunakan tiga rambu situasi lalu lintas. Rambu merah untuk menutup lalu lintas. Rambu hijau, kondisi kendaraan masih bisa masuk ke dalam pelabuhan.

Dan, Rambu kuning, jika terjadi antrean kendaraan hingga keluar pelabuhan. Rambu itu ditunjukkan ketika antrean kendaraan sudah mengular hingga ke Cikuasa Atas atau mendekati Gerbang Tol (GT) Merak.

"Kita antisipasi tanggal 28 Oktober hari puncak long weekend perjalanan masyarakat menuju Sumatra, kita berfokus di ASDP Merak," ujar Ali Rahman.

Pelancong lokal mengunjungi pantai yang berada di kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Sabtu, 29 Desember 2018. CNNIndonesia/Safir MakkiPelancong lokal mengunjungi pantai yang berada di kawasan Pantai Anyer, Banten. (CNNIndonesia/Safir Makki)

Peringatan Cuaca

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca yang memprediksi banyak terjadi hujan lebat disertai angin hingga gelombang tinggi di perairan, efek dari La Nina. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan bisa menjaga diri saat berlibur dan menghindari tempat yang bisa membawa marabahaya.

Perkembangan cuaca di sekitar lokasi wisata juga harus diperbaharui wisatawan, agar bisa berlibur dengan aman dan nyaman.

Terkait situasi dan kondisi cuaca, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Banten mengeluarkan surat peringatan dini ke nakhoda dan operator kapal di Pelabuhan Merak.

Dalam surat edaran bernomor UM.003/3414/KSOP-Btn 2020, nakhoda harus mencari tempat berlindung, jika mengalami cuaca buruk atau badai ditengah laut saat berlayar guna menghindari hal yang tak diinginkan.

"Dalam pelayarannya jika ada masalah badai atau cuaca ekstrem, maka nakhoda harus cepat mencari perlindungan untuk menyelamatkan kapal," kata Kasi Penyelamatan Berlayar KSOP Klas I Banten, Ganefo, di ruangannya, Senin lalu.

Foto aerial Pelabuhan Merak di Banten, Jumat (22/5/2020). Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, arus penyeberangan penumpang di Pelabuhan Merak mengalami penurunan penumpang hingga 98,3 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu dikarenakan adanya aturan larangan mudik dari pemerintah demi mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras.Foto aerial Pelabuhan Merak di Banten, Jumat (22/5/2020). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Selama berlindung, nakhoda wajib menginformasikan lokasi, kondisi terkini dan hal penting lainnya ke petugas Syahbandar serta petugas menara VTS dan STC terdekat.

"Surat peringatan dini ini untuk mengimbau para nakhoda dan para pengusaha pelayaran, dalam mengantisipasi cuaca yang di akibatkan dari La Nina yang mungkin timbul hujan lebat dan angin kencang," kata dia.

Ganefo memastikan petugas Pos Kesyahbandaran Pelabuhan Penyeberangan Merak (KPPM) akan memberikan informasi terkini, jika ada perubahan cuaca di tengah laut. Walhasil nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK) bisa melakukan antisipasi sedini mungkin, agar kapal dan penumpangnya bisa selamat.

"Kepala pos (Kapos) selaku penanggung jawab pemberangkatan kapal, akan selalu mengingatkan untuk mengantisipasi keberangkatan kapal. Kapos juga memberikan peringatan dini, jika tidak memungkinkan kapal itu berangkat. Peringatan dini sampai awal Januari 2021," kata dia.

(ynd/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK