Ribuan Buruh Bakal Demo Omnibus Law pada Hari Sumpah Pemuda

CNN Indonesia | Rabu, 28/10/2020 08:06 WIB
Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) mengatakan sekitar 1.500 buruh bakal turun ke jalan di Tugu Proklamasi, Jakarta. Masa Aliansi Buruh menyalakan suar dalam aksi unjuk rasa menolak omnibus law di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 1.500 orang buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) disebut akan turun ke jalan pada Hari Sumpah Pemuda untuk menyuarakan kembali penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Aksi unjuk rasa kali ini tak akan berpusat di sekitar Istana Negara, melainkan di Tugu Proklamasi, Jakarta menurut Gebrak.

"Gebrak akan menyelenggarakan Mimbar Akbar Mosi Tidak Percaya pada 28 Oktober, estimasi massa 1.500 orang," kata Juru Bicara Gebrak Nining Elitos kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/10).


Sejumlah elemen buruh dikatakan juga akan bergabung, seperti Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI), Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Aksi kembali digelar karena pemerintah tak kunjung mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja. Pada saat yang sama pemerintah menetapkan upah minimum tak naik tahun depan.

"Rakyat sudah jatuh, tertimpa Omnibus Law, terjepit pula surat edaran menteri ketenagakerjaan tentang upah yang tidak akan naik pada tahun 2021," ucapnya.

Sebelumnya aksi unjuk rasa digelar berbagai elemen masyarakat usai pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Senin (5/10). Buruh dan mahasiswa jadi motor penggerak aksi di berbagai daerah.

Meski didemo berkali-kali, Presiden Joko Widodo enggan mencabut undang-undang tersebut. Ia bahkan menuding demonstrasi digelar karena masyarakat terpapar hoaks dan disinformasi.

(dhf/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK